Emas Tergelincir 1 Persen Akibat Dolar AS – PT Solid Gold

PT SOLID GOLD PALEMBANG – Harga emas turun lebih dari 1 persen menuju level terendah dalam dua pekan pada penutupan perdagangan Senin Selasa pagi waktu Jakarta. Pendorong pelemahan harga emas karena penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Kenaikan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS tersebut merusak daya tarik instrumen investasi safe haven sehingga menekan emas. Selain itu, pelemahan harga emas juga terjadi karena pemulihan ekonomi AS yang cukup cepat.

harga emas di pasar spot turun 1,1 persen menjadi USD 1.713 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 1,2 persen menjadi USD 1.711,60 per ounce.

Kenaikan harga emas dan perak memerlukan dorongan fundamental yang besar jelas analis senior Kitco Jim Wyckoff.

Ia melanjutkan, kebangkitan nilai tukar dolar AS dan juga meningkatnya imbal hasil obligasi AS membatasi minat para investor untuk memborong logam mulia.

The dollar index menguat terhadap seluruh mata uang utama dunia, merusak daya tarik emas bagi investor yang memegang mata uang lain.

Wyckoff melanjutkan, pemulihan cepat ekonomi AS, dengan jumlah vaksin Covid-19 yang meningkat dan pengumuman Presiden AS Joe Biden minggu ini, adalah sentimen negatif jangka pendek untuk harga emas.

Biden akan merilis kebijakan tentang paket belanja infrastruktur yang bisa berkisar antara USD 3 hingga USD 4 triliun pada Rabu.

Kami melihat hampir tidak ada ruang bagi emas untuk menuju ke level yang lebih tinggi secara nyata sampai pertengahan tahun.

Meskipun harga emas seharusnya dapat memperoleh keuntungan yang signifikan pada paruh kedua tahun ini tulis analis Commerzbank dalam sebuah catatan.

Sementara itu, paladium tergelincir 5,3 persen menjadi USD 2.532,30, setelah sebelumnya turun ke level terendah dalam lebih dari satu minggu di angka USD 2.515 – PT SOLID GOLD