3 Tanda Resiko Diselingkuhin Pasangan

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Siapa, sih, yang mau diselingkuhi oleh pasangan? Tentunya tidak ada yang menginginkan hal seperti ini terjadi di dalam hubungan. Inginnya punya pasangan yang selalu setia.

Namun memang tidak ada jaminan mutlak bahwa pasangan yang kita pilih tidak akan berselingkuh.

Risiko selalu ada di dalam setiap hubungan. Namun alangkah baiknya jika kita bisa berhati-hati sejak awal dengan memilih pasangan yang kemungkinan besar tidak akan selingkuh.

Lalu seperti apa ciri-ciri pria atau wanita yang memiliki kecenderungan lebih
besar untuk berselingkuh

Memiliki Sifat implusif

Hasil dari sebuah penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Psychology menyebutkan bahwa orang-orang yang memiliki kecenderungan impulsif cenderung akan berselingkuh saat menjalin sebuah hubungan.

Para peneliti menyebutkan bahwa individu yang impulsif ini lebih rentan selingkuh karena mereka cenderung bertindak tanpa mempertimbangkan situasi, risiko, dan konsekuensi atas perbuatan mereka.

Berganti Pasangan Seksual

Penelitian yang sama juga mengungkap kalau orang yang terbiasa berhubungan badan dengan banyak pasangan di masa lalu juga rawan berselingkuh.

Penelitian dilakukan pada 123 pasangan heteroseksual dengan rentang usia 17 hingga 25 tahun yang sedang menjalin hubungan.

Para peneliti lantas menyimpulkan kalau orang yang pernah berhubungan intim dengan banyak pasangan biasanya tidak setia dalam sebuah hubungan. Pasalnya mereka punya kecenderungan ‘suka  berpetualang’ secara seksual.

Penyebab perselingkuhan juga bisa disebabkan oleh faktor lain. Kepuasan seksual yang rendah dan perasaan semakin menjauh dari pasangan menjadi faktor utama yang membuat seseorang tidak setia.

Pernah Selingkuh

Waspadai juga bila pasangan sudah pernah ketahuan selingkuh di masa lalu.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Archives of Sexual Behavior mengungkapkan bahwa seseorang yang pernah berselingkuh dari pasangannya

Memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk kembali berselingkuh pada pasangan berikutnya.

Semoga tiga uraian di atas bisa menjadi bahan pertimbangan dalam memilih pasangan yang baik. Intinya risiko memang tak bisa dihindari.

Tetapi kita bisa melakukan banyak hal untuk waspada di awal – SOLID BERJANGKA