SOLID GOLD BERJANGKA  –  Smartphone Mati Sebelum 0%

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Permasalahan utama yang banyak menjangkit smartphone adalah masalah baterai. Terlebih jika smartphone tersebut digunakan dengan penggunaan yang berat dan dicas berkali-kali . Berbagai macam aspek ikut membantu baterai smartphone cepat rusak. Bahkan, di beberapa smartphone dengan baterai yang sudah buruk kualitasnya, di angka 20% sudah membuat smartphone segera mati.

Hal ini ternyata bukan sepenuhnya salah baterai smartphone. Mungkin saja selama ini kita tertipu oleh prosentase baterai yang ada di pojok kanan layar smartphone Anda. Dilansir dari The Wirecutter, prosentase tersebut tak lebih hanya sekedar estimasi saja. Angka yang tertera misalnya 47%, mungkin kita menganggap sebagai jumlah spesifik, namun berapa jumlah kapasitas daya yang tersisa tak akan diketahui kecuali kita memasang sensor langsung di baterainya.

Pabrikan smartphone tidak melakukan hal tersebut, namun hanya membuat algoritma untuk mengukur kapasitas baterai yang tersisa berdasarkan jumlah voltase yang dipancarkan.

Meski hal ini hanyalah prosentase yang merupakan estimasi semata, di awal pemakaian biasanya prosentase tersebut merupakan indikator yang sangat tepat. Namun beberapa faktor seperti jenis baterai dan bagaimana perilaku pemakaian smartphone jadi sangat mempengaruhi presisinya algoritma tersebut dalam memprediksi kapasitas baterai. Sehingga, makin tua smartphone, makin sulit juga keadaan baterai ditebak dan dikalkulasi.

Inilah yang menyebabkan seringkali smartphone kita sudah mati sendiri bahkan sebelum baterai menyentuh angka 0%. Karena angka prosentase tersebut tak selalu merepresentasikan kapasitas baterai  –  SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : merdeka.com

Pabrikan smartphone tidak melakukan hal tersebut, namun hanya membuat algoritma untuk mengukur kapasitas baterai yang tersisa berdasarkan jumlah voltase yang dipancarkan. Meski hal ini hanyalah prosentase yang merupakan estimasi semata, di awal pemakaian biasanya prosentase tersebut merupakan indikator yang sangat tepat. Namun beberapa faktor seperti jenis baterai dan bagaimana perilaku pemakaian smartphone jadi sangat mempengaruhi presisinya algoritma tersebut dalam memprediksi kapasitas baterai. Sehingga, makin tua smartphone, makin sulit juga keadaan baterai ditebak dan dikalkulasi. Inilah yang menyebabkan seringkali smartphone kita sudah mati sendiri bahkan sebelum baterai menyentuh angka 0%. Karena angka prosentase tersebut tak selalu merepresentasikan kapasitas baterai