SOLID GOLD – Penguatan Dollar Tekan Emas Sentuh Level Terendah

SOLID GOLD PALEMBANG – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir turun ke level terendah empat bulan, karena indeks dolar terus menguat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari, turun 12,80 dolar atau 1,00% menjadi ditutup pada 1.264,90 dolar per ounce.

Ini merupakan penurunan harga logam mulia kedua berturut-turut, setelah Senat AS menyetujui sebuah proposal reformasi pajak selama akhir pekan lalu. Indeks dolar sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,34% menjadi 93,40. Dolar mencatat kenaikan terhadap pound Inggris dan euro, karena ketidakpastian yang sedang berlangsung seputar kesepakatan Brexit, terutama masalah perbatasan Irlandia. Saham-saham teknologi AS yang melonjak pada sesi pagi, juga diuntungkan dari optimisme seputar rencana reformasi pajak.

Indeks Komposit Nasdaq naik 31,50 poin, atau 0,46% menjadi 6.806,87 poin. Ketika dolar menguat dan saham-saham mencatat keuntungan, harga emas biasanya turun, karena dolar yang lebih kuat membuat emas kurang menarik bagi investor asing yang menggunakan mata uang lainnya, sementara kenaikan ekuitas menarik para investor ke pasar saham.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun 30,5 sen atau 1,86%, menjadi ditutup pada 16,068 dolar per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya, turun 8,5 dolar atau 0,92%, menjadi menetap di 917,50 dolar per ounce. – SOLID GOLD