Market Outlook Minggu Ini 11-15 February 2019 – Solid Gold

SOLID GOLD PALEMBANG – Mata uang rupiah secara mingguan melemah tipis 0.07% ke level 13,965, sementara dollar di pasar global menguat dalam pelemahan mata uang Eropa.

Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,132 dan 14,230, sementara support di level Rp13,890 dan Rp13,832.

Untuk indikator ekonomi global, pada pekan mendatang ini akan diwarnai sejumlah data ekonomi penting.

Secara umum sejumlah agenda rilis data ekonomi global yang kiranya perlu diperhatikan investor minggu ini.

Dari kawasan Amerika: berupa rilis pidato Fed Chair Powell pada Selasa dini hari; disambung dengan rilis data Core CPI m/m pada Rabu malam.

Berikutnya data Core Retail Sales m/m pada Kamis malam; diakhir dengan rilis Prelim UoM Consumer Sentiment pada Jumat malam

Dari kawasan Eropa dan Inggris: berupa rilis data GDP m/m dan Manufacturing Production m/m Inggris pada Senin sore

Diikuti dengan rilis pidato BOE Governor Carney pada Selasa malam; ditutup dengan data Retail Sales m/m Inggris pada Jumat sore

Dari kawasan Asia Australia: berupa rilis pengumuman RBNZ Rate Statement (New Zealand) pada Rabu pagi yang diperkirakan bertahan di level 1.75%

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau dalam koreksi dari level hampir 9 bulan tertingginya oleh dollar yang sepekan ini cenderung menguat, sehingga harga emas spot terkoreksi ke level $1314.22 per troy ons.

Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1323 dan berikut $1335, serta support pada $1297 dan $1276.

Sejumlah isyu perekonomian kerap mewarnai pergerakan pasar belakangan ini. Di antaranya tentang perkembangan perang dagang AS – China, serta siklus pengetatan kebijakan moneter AS dan global.

Bahkan kebijakan apa yang mungkin akan diambil telah menjadi suatu permainan spekulasi pasar yang membuat harga instrumen investasi bergejolak,  menimbulkan kebingungan bagi banyak pelaku investasi awam.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia berakhir mixed di tengah ketidakjelasan negosiasi perdagangan AS – China, Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah ke level 20333.

Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21330 dan 21870, sementara support pada level 18945 dan lalu 18255.

Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir menguat ke level 27946. Minggu ini akan berada antara level resistance di 28567 dan 28656, sementara support di 27312 dan 26826.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau menguat terbatas, turun di akhir pekan karena tensi perang dagang dan suramnya prospek ekonomi global.

Indeks Dow Jones secara mingguan menguat tipis ke level 25105.72, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 25439 dan 25975.

Sementara support di level 24321 dan 23699. Index S&P 500 minggu lalu menguat terbatas ke level 2707.88, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2792 dan 2816, sementara support pada level 2616 dan 2570 – SOLID GOLD

Sumber : Vibiznews