SOLID GOLD  –  Harga Minyak Mentah Meroket Naik 4%

SOLID GOLD PALEMBANG  –  Harga minyak mentah berjangka A.S. mencapai rekor tertinggi sejak 1 Juli 2015, pada hari Jumat, naik 1,6% menjadi $ 58,95 per barel. Untuk minggu ini harga minyak mentah melonjak 3,95%, sebagian besar terdukung penurunan pasokan mingguan AS, gangguan produksi pipa Kanda-AS dan ekspektasi pertemuan OPEC-Rusia 30 November untuk tambahan waktu pemotongan produksi.

Namun aktivitas perdagangan diperkirakan akan turun pada hari Jumat karena liburan Thanksgiving di AS. Analis menyatakan bahwa pergerakan lonjakan hari Jumat terjadi setelah sebuah laporan Bloomberg mengatakan bahwa OPEC dan Rusia telah menggariskan kerangka kesepakatan tersebut. Namun, rincian tetap tidak jelas dan laporan tersebut mengatakan belum ada kesepakatan akhir.

SOLID GOLD

Pasar juga memperketat secara global karena penurunan produksi sejak Januari oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak, Rusia, dan beberapa produsen lainnya. OPEC bertemu pada 30 November dan diperkirakan akan memperpanjang pakta pemotongan produksi melampaui batas akhir bulan Maret, meskipun Rusia telah mengirim sinyal campuran tentang dukungannya untuk sebuah perpanjangan.

Presiden Vladimir Putin mengindikasikan pada bulan Oktober bahwa Rusia mendukung kesepakatan tersebut sampai akhir 2018, namun komentar oleh pejabat dan media Rusia telah menciptakan ketidakpastian sejak saat itu, katanya. Meningkatnya produksi minyak A.S. juga telah menekan kenaikan harga minyak mentah. Produksi A.S. melonjak 15% sejak pertengahan 2016 ke rekor 9,66 juta bpd, sebagian besar berkat pengeboran serpih.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah pada minggu ini berpotensi naik dengan sentimen bullish gangguan produksi di pipa Kanada-AS, juga ekspektasi perpanjangan waktu pembatasan produksi OPEC dan Rusia. Harga diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 59,50 -$ 60,40, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 58,50-$ 58,00.  –  SOLID GOLD