Emas Pekan Ini Jelang Pengetatan Kebijakan Moneter AS – Solid Gold

SOLID GOLD PALEMBANG – Pasar emas mungkin menghadapi ujian nyata pada pekan ini sehingga diperkirakan harga emas masih bertahan di level USD 1.700 per ons sekitar Rp 24,2 juta.

Posisi ini sangat penting bagi logam mulia, yang sebagian besar berada pada level itu selama 2021,” menurut analis dari pasar senior OANDA, Edward Moya.

Bahkan dengan kekhawatiran krisis utang perusahaan Evergrande di China, yang dikhawatirkan pasar, harga emas tidak akan bergerak secara berkelanjutan di atas Rp 24 juta.

Harga USD 1.700 bertahan sepanjang tahun ini, kecuali untuk sesaat ketika turunke USD 1.680 beberapa kali tetapi berhasil pulih dengan cepat xkata Moya pada Senin.

Emas selalu dapat menemukan pembeli di bawah level ini. Namun apakah pasar akanmelihat itu terjadi lagi ? Investor sekarang sedang mempersiapkan The Fed (pemerintah Federal Amerika Serikat) untuk memulai pengetatan kebijakan moneter (tapering) pada November 2021 dan selesai pada tahun depan,” beber Moya.

Pekan depan, Pemerintah AS akan menyoroti dampak plafon utang, dengan Menteri

Keuangan Janet Yellen dan Ketua Federal Reserve, Jerome Powell yang terutama menekankan urgensi masalah ini Hambatan apa pun di sekitar dua peristiwa itu dapat membantu mendukung harga emas pekan depan, kata Moya.

Ada kekhawatiran tidak bisa selesai tepat waktu. Tapi, ujung-ujungnya harus ada kesepakatan plafon utang,” ujarnya

Jika hasilnya terus bergerak lebih tinggi, itu adalah kryptonite untuk emas sebutnya Pada saat yang sama, menurut Moya, jika ada resolusi yang mudah untuk plafon utang, penutupan dapat dihindari, tagihan infrastruktur disahkan, dan saham AS reli kembali ke wilayah rekor tertinggi, maka emas bisa melihat aksi jual yang lebih signifikan di bawah Rp 24 juta.

Saat ini, ada pendekatan yang sedang dinantikan di ruang emas, dengan beberapa pedagang mengamati dampak jangka panjang dari hambatan pasokan.

Kami mendengar dari beberapa perusahaan seperti Nike dan FedEx. Baik itu masalah rantai pasokan atau kekurangan tenaga kerja. Semuanya menjerit tekanan inflasi kata Moya.

Ini bisa memicu pergerakan lebih tinggi dalam imbal hasil. Tapi pada akhirnya akan ada titik balik, di mana emas akan mulai bertindak sebagai lindung nilai inflasi,” bebernya.

Sampai emas dapat mulai berperilaku seperti pelindung nilai terhadap kenaikan harga, kemungkinan akan tetap rentan, tambah Moya.

Sementara itu, dengan dimulainya pengetatan kebijakan moneter di AS pada November 2021, risiko emas bisa turun. Ini dikatakan Kepala Strategi Global TD Securities Bart Melek.

Tapi di luar itu, lingkungan yang masih bagus untuk emas dan aksi jual yang signifikan tidak mungkin terjadi, kata Kepala Strategi Global TD Securities Melek kepada Kitco News.

Dengan tingkat pertumbuhan global yang melambat, akan semakin sulit bagi ekonomi AS untuk mencatat tingkat pertumbuhan yang mereka miliki.

Dan mengingat tujuan kebijakan pemerintah Federal tentang lapangan kerja penuh, mereka akan baik-baik saja dengan inflasi di atas target. mungkin perlu bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga itu untuk jangka waktu yang lama kata Melek – SOLID GOLD

Leave a Reply

Your email address will not be published.

PERHATIAN!
MANAGEMEN PT. SOLID GOLD BERJANGKA (PT SGB) MENGHIMBAU KEPADA SELURUH MASYARAKAT UNTUK LEBIH BERHATI-HATI TERHADAP BEBERAPA BENTUK PENIPUAN YANG BERKEDOK INVESTASI MENGATASNAMAKAN PT SGB DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA ELEKTRONIK ATAUPUN SOSIAL MEDIA.UNTUK ITU HARUS DIPASTIKAN BAHWA TRANSFER DANA KE REKENING TUJUAN (SEGREGATED ACCOUNT) GUNA MELAKSANAKAN TRANSAKSI PERDAGANGAN BERJANGKA ADALAH ATAS NAMA PT SOLID GOLD BERJANGKA, BUKAN ATAS NAMA INDIVIDU