SOLID GOLD BERJANGKA  –  Yen Mengalami Penguatan Signifikan

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Mata uang yen menunjukkan penguatan pada level tertinggi dalam dua tahun terakhir seiring dengan bertambahnya ada ketidakpastian di bidang politik yang ada di Inggris dan kekhawatiran atas kinerja Bank Italia.

Pada perdagangan Selasa 5 juli 2016. Dengan harga pasangan JPY-USD naik 0,43 poin atau sebesar 0,42% menuju 102,13 per USD. Sementara terhadap 15 mata uang utama lainnya, yen masih menunjukkan keperkasaannya hal ini karena naikknya permintaan terhadap aset haven.

Keputusan Inggris berpisah dari UE, sempat membuat mata uang pound sterling berimbas dengan anjlok ke level terendah dalam 31 tahun terakhir sekaligus memenangkan aset haven seperti emas dan yen ke level puncak baru di 2016.

Kondisi politik Inggris pun semakin kacau setelah Nigel Farage, pemimpin Partai Kemerdekaan yang mendukung Brexit mengundurkan diri kemarin, Senin (04/07). Di tempat terpisah, regulator mendesak Bank Italia membereskan neraca keuangan setelah mengalami kerugian pasca Brexit.

Vishnu Varathan, Ekonom Senior Mizuho Bank Ltd., mengatakan pasar dilanda kekhawatiran yang terjadi di Inggris yang ditambah ketidakpastian tentang Bank Italia. “Risiko pun terjadi di bidang politik dan ekonomi memicu permintaan aset haven,” seperti dikutip dari data Bloomberg, Selasa 05 juli 2016.

Setelah putusan Brexit yang terjadi pada Jumat, 24 Juni 2016, mata uang yen sendiri berhasil meraih posisi tertinggi sejak Februari 1973. Namun, nilainya yang meningkat begitu tinggi dianggap berbahaya bagi kinerja perekonomian dalam negeri.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe angkat biaca dengan mengatakan telah memerintahkan Menteri Keuangan Taro Aso untuk bekerja sama dengan BoJ dalam memantau pergerakan pasar keuangan. Langkah ini bertujuan menstabilkan kondisi pasar.

Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda sebelumnya pada Jumat (24/06) menyatakan pemerintah dan bank sentral sedang mempertimbangkan langkah-langkah intervensi untuk menahan kenaikan yen yang bisa terjadi dengan tiba-tiba.

Imbasnya Reli yen dapat mengurangi biaya impor Negeri Sakura sekaligus membuat ekspor berkurang kompetitif. Selain itu, target inflasi 2% dari BoJ semakin jauh dari zona merah – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : bisnis.com