SOLID GOLD BERJANGKA   –  Bursa Jepang Terkapar Awal Bulan

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Senin (01/08) pergerakan bursa saham Jepang terpantau berada di zona merah pada perdagangan, dipengaruhi oleh dampak peningkan kinerja yen pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Topix dibuka turun signifikan 1,09% atau senilai dengan 14,44 poin ke level 1.308,30 dan melemah 1,05% atau senilai dengan 13,92 poin ke 1.308,82.

Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 bergerak turun 0,62% atau senilai dengan 103,47 poin ke level 16.465,80 setelah dibuka dengan pelemahan 0,93% atau senilai dengan 153,96 poin di level 16.415,31. Seperti dilansir Bloomberg, pelemahan bursa saham Jepang terjadi akibat penguatan tajam mata uang yen pasca keputusan kebijakan BoJ serta rilis data pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal ke 2 yang berada di bawah perkiraan.

Pada perdagangan Jumat (29/07), yen ditutup melesat 3,04% atau senilai dengan 3,20 poin ke posisi 102,07 per USD, tertinggi sejak keputusan Inggris meninggalkan UE. Shoji Hirakawa, Kepala Strategi Global Tokai Tokyo Research Center mengungkapkan “Penguatan yen akan membebani saham Jepang pada permulaan perdagangan hal itu memberikan dampak negatif bagi laba eksportir,”.

Ada sebanyak 30 saham menguat, 188 saham yang melemah, dan 7 saham bergerak stagnan dari total 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Nitto Denko Corp. anjlok 3,36% diikuti oleh saham TOTO Ltd. yang jatuh 8,34%, saham Tokyo Electron Ltd. yang merosot 1,96%, dan saham Toyota Motor Corp. yang terjatuh 2,09%.

Untuk indeks MSCI Asia Pacific turun 0,1% ke 136,23 pada (29/07) sementara indeks Topix Jepang dilaporkan terpeleset sebesar 1,3%. Seperti dilansir dari data Bloomberg, mata uang Jepang pada sesi perdagangan Jumat melonjak 3,1% terhadap USD di saat langkah BoJ untuk mendorong budget ETF yang gagal mengesankan para investor. Indeks Kospi sebelumnya naik 0,5%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit mengalami perubahan. Di sisi lain, indeks New Zealand’s S&P/NZX 50 turun sebesar 0,1%  –  SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : market.bisnis.com