SOLID GOLD  –  Sterling Anjlok 19% Semenjak Brexit

SOLID GOLD PALEMBANG   –   Senin (16/01) Sterling turun sebanyak 1,6% terhadap greenback setelah The Sunday Times mengatakan bahwa Theresa Mei akan mempersiapkan diri untuk menarik diri dari perdagangan bebas tarif dengan daerah dengan imbalan mendapatkan kembali kontrol atas perbatasan yang akan mengekang imigrasi dan menahan diri dari penawaran komersial dengan negara-negara lain.

Mata uang Inggris telah jatuh 19% terhadap dolar sejak bangsa ini memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum bulan Juni tahun lalu. Sementara nilai transaksi di bursa saham AS naik sebanyak $ 3 triliun sejak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat menggantikan Obama.

Tidak akan ada perdagangan di Treasuries Senin karena hari libur AS. Pound turun ke level $ 1,1986, terendah sejak Oktober, menambah kerugian menjadi 1,2% terhadap USD. Yen menguat 0,3% menjadi 114,12 per USD, sementara euro turun 0,1% menjadi $ 1,0634. Kontrak pada Nikkei 225 tergelincir 0,3% di Singapura, sementara FTSE China A50 naik 0,2% di sebagian besar perdagangan terakhir.

S & P / ASX 200 Index Australia naik 0,6%. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru naik 0,2%. Imbal hasil obligasi Australia 10-tahun naik dua basis poin menjadi 2,71%. Minyak naik 0,1% bertahan di atas $ 52 per barel.

Untuk kurs pound di sesi Eropa beberapa hari lalu  masih di area bullish terhadap USD,  setelah  dibuka lebih rendah dari perdagangan sebelumnya pada  posisi 1.2159,  kini kurs  pound  bergerak di posisi 1.2211 setelah sempat capai posisi tertinggi pada 1.2231 dan terendah di 1.2210. Analyst Vibiz Research Center melihat  gerak pair GBPUSD selanjutnya akan naik kembali ke kisaran 1.2246-1.2285, namun  jika terjadi koreksi pair dapat turun kembali ke kisaran 1.2128– 1.2099.  –  SOLID GOLD