SOLID GOLD BERJANGKA  –  Laju Rupiah Menerucup Ke Bawah

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Hari ini (09/08) analis PT NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan masih cenderung menguatnya laju USD jelang rilis data ketenagakerjaan dari The Fed, membuat sejumlah mata uang lainnya cenderung melemah. Termasuk laju rupiah yang kembali melanjutkan pelemahannya. Di Asia, Neraca Perdagangan China mencatatkan surplus menjadi USD52.3B atau berada di atas ekspektasi, namun secara individual dimana nilai ekspor dan impornya justru menurun sehingga menekan yuan. Keadaan tersebut dimanfaatkan para pelaku pasar kembali mengakumulasi USD sehingga membuat laju USD cenderung kembali naik.

Sebelumnya rupiah terlihat masih mencoba mampu berbalik menguat di akhir pekan lalu, setelah dirilisnya GDP Q2 Indonesia yang jauh lebih baik dibanding kuartal sebelumnya. GDP Indonesia kembali berada di area 5% dalam 2,5 tahun terakhir, dimana mampu bertumbuh 5,18% (vs 4,92%) QoQ.

Meski terdapat potensi penguatan Rupiah namun, masih terhalangi oleh pelemahan mata uang lainnya terhadap USD sehingga dapat mempengaruhi laju rupiah nantinya. Laju rupiah pun diperkirakan akan cenderung kembali terkonsolidasi. “Laju rupiah akan bergerak dalam rentang support 13.129 serta resisten 13.093. Cermati sentimen yang ada,”.

Meski Cadangan Devisa Indonesia meningkat menjadi USD111.4 miliar (vs USD109.79 miliar) MoM, keadaan ini tidak terlalu berdampak terhadap jalannya laju rupiah. Kini rupiah berada di kisaran support 13.162 serta resisten 13.108 dengan potensi masih akan ada pelemahan kembali. Tetap cermati sentimen yang ada – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : ekbis.sindonews.com

 

Meski terdapat potensi penguatan Rupiah namun, masih terhalangi oleh pelemahan mata uang lainnya terhadap USD sehingga dapat mempengaruhi laju rupiah nantinya. Laju rupiah pun diperkirakan akan cenderung kembali terkonsolidasi. “Laju rupiah akan bergerak dalam rentang support 13.129 serta resisten 13.093. Cermati sentimen yang ada,”. Meski Cadangan Devisa Indonesia meningkat menjadi USD111.4 miliar (vs USD109.79 miliar) MoM, keadaan ini tidak terlalu berdampak terhadap jalannya laju rupiah. Kini rupiah berada di kisaran support 13.162 serta resisten 13.108 dengan potensi masih akan ada pelemahan kembali. Tetap cermati sentimen yang ada