SOLID GOLD   –   Sang Garuda Tak Kuasa Terhadap Dollar

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG   –    harian solid nilai tukar Rupiah terhadap USD dibuka melemah . Rupiah dibuka di level Rp 13.088 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.063 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah nampaknya belum bisa bergeser dari Rp 13.000-an per USD. Saat ini, Rupiah hanya mampu menyentuh level terkuatnya di Rp 13.083 per USD di satu jam awal perdagangan.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, cenderung menguatnya nilai tukar Rupiah disebabkan tingginya aliran dana yang masuk ke dalam negeri semenjak ada kebijakan pengampunan pajak atau Tax Amnesty.

“Pengampunan pajak tidak hanya membawa likuiditas untuk belanja modal, tapi juga membawa likuiditas dari luar yang akan mendorong penguatan Rupiah,” katanya di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Senin (5/9).

Perry optimis dana dari luar negeri akan masuk lebih banyak ke Indonesia. “Tahun ini saja sudah sekitar Rp 160 triliun. Ini sudah masuk ke portofolio asing membeli SBN atau saham,”jelasnya.

Selain itu, penguatan nilai tukar Rupiah juga didorong meningkatnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia yang semakin membaik.

“Di negara-negara kawasan Asia lainnya, negara yang memiliki prospek pemulihan ekonomi yang baik hanya India dan Indonesia,” tutupnya.

Menurut data Yahoo Finance, rupiah dibuka berada di level Rp 13.060 per USD dengan kisaran harian Rp 13.057 – Rp 13.085 per USD atau masih tercatat mendatar dari posisi kemarin di level Rp 13.060 per USD.  Bergerak menguat ke level Rp 13.058 per USD.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate BI, rupiah dibuka juga mendatar atau hanya menguat tipis di level Rp 13.089 per USD. Posisi ini tercatat lebih baik dari posisi sebelumnya di level Rp 13.090 per USD.

Posisi rupiah menurut data Bloomberg pada pembukaan hari ini berada pada level Rp 13.088 per USD atau melemah dibanding penutupan sebelumnya di level Rp 13.063 per USD. Begerak ke level Rp 123.071 per USD dengan kisaran harian Rp 13.071 – Rp 13.100 per USD.

Dilansir Reuters, Jumat (9/9/2016), USD turun dari posisi tertinggi semalam di perdagangan Asia hari ini. USD berada di jaluar kerugian mingguan dalam sepekan ditandai dengan terus ketidakpastian tentang kebijakan moneter AS, sementara euro menguat.

Indeks USD yang melacak greenback terhadap enam mata uang rival utama, turun 0,1% di level 94,920, siap untuk menyelinap 1% untuk pekan ini. USD kemarin berada di posisi terendah dalam dua pekan di posisi 94,465, sebelum rebound setelah data persediaan minyak mentah – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : beritasatu.com