SOLID GOLD  –  Rupiah Diprediksi Berada Sekitar Rp 13.100

SOLID GOLD PALEMBANG    –    Selasa (8/11) Bahana Securities memprediksi rupiah bergerak di kisaran Rp 13.000-Rp 13.100, rupiah ditutup terdepresiasi 18 poin atau setara dengan 0,14% ke level Rp13.086 per USD setelah diperdagangkan pada kisaran  Rp 13.077 – Rp 13.117 per USD. Pelemahan rupiah terjadi sejalan dengan pergerakan mata uang Asia lainnya yang juga terdepresiasi terhadap USD.

Adapun indeks USD terus menguat setelah FBI menyatakan  tetap pada rekomendasi sebelumnya bahwa tidak ada tuntutan pidana terhadap calon presiden partai Demokrat Hillary Clinton. Seperti dilansir Reuters, sentimen masih berkisar pada ketatnya pemilihan presiden AS antara calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton dan Partai Republik Donald Trump, di mana sikap pada kebijakan luar negeri, perdagangan dan imigrasi mereka mempengaruhi pasar keuangan.

Clinton dipandang sebagai calon status quo dan kebijakannya dipandang lebih dapat diprediksi daripada saingannya, Donald Trump. FBI mengatakan pada Minggu bahwa tidak ada tuntutan pidana terhadap Clinton atas penggunaan server surel pribadi untuk kerja pemerintah.

Direktur FBI James Comey membuat pengumuman melalui surat kepada Kongres, mengatakan lembaganya tidak menemukan alasan untuk mengubah temuan pada bulan Juli lalu. Investigasi atas surel Clinton teersebut telah mengguncang pasar keuangan sepanjang pekan lalu.

Mata uang lainnya di Asia Tenggara bergerak melemah. Dolar Singapura melemah 0,50%, baht Thailand melemah 0,11%, ringgit Malaysia turun 0,28%, dan peso Filipina melemah 0,37%. Sementara itu, indeks USD yang memantau pergerakan mata uang dolar terhadap mata uang lainnya terpantau menguat 0,692 poin atau setara dengan 0,71% ke posisi 97757.    –     SOLIDGOLD