SOLID GOLD BERJANGKA  –  MSCI Terjun Zona Merah

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG   –  Kamis (25/08) pergerakan bursa saham Asia dilaporkan melemah pagi ini, tertekan oleh penurunan saham komoditas akibat kemerosotan pada minyak menjelang pidato Gubernur Federal Reserve Janet Yellen yang dapat memberi petunjuk akan arah penaikan suku bunga AS. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% ke 138,72, sementara itu indeks Topix Jepang turun 0,2% saat yen diperdagangkan di posisi 100,56 terhadap USD.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, perusahaan energi terseret oleh pelemahan pada minyak mentah setelah laporan persediaan minyak mentah AS yang menunjukkan kenaikan secara tidak terduga untuk pekan lalu. Para investor juga menurunkan pembelian terhadap aset berisiko di tengah meningkatnya kondisi setelah Turki melancarkan operasi miloter di Syria. James Woods, ahli strategi Rivkin Securities “Pasar global telah reli selama beberapa pekan terakhir, namun penguatan tersebut terlihat semakin kepayahan. Tentunya kita mendapatkan kemunduran. Namun begitu, saya tidak mengharapkan penurunan yang terlalu besar”.

Pergerakan bursa Asia telah melemah dari level tertingginya dalam setahun di saat para pedagang berspekulasi apakah Yellen akan memberikan sinyal hawkish dalam pidatonya di sela pertemuan tahunan bank sentral global di Jackson Hole, Wyoming, hari Jumat.

Sejalan dengan pergerakan bursa Asia, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1%. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,5% dan indeks S&P/NZX 50 New Zealand naik 0,1%. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1% ke 139,34, sementara indeks Topix Jepang menguat 0,7% saat yen diperdagangkan di posisi 100,34 terhadap USD.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, indeks S&P 500 ditutup di posisi mendekati level tertingginya setelah rilis laporan yang menunjukkan lonjakan pada penjualan rumah baru di AS. Namun di sisi lain, perlambatan pada manufaktur memberi pertanyaan akan sinyal hawkish beberapa pejabat The Fed baru – baru ini. Menurut data Bloomberg, terdapat 29% kemungkinan penaikan suku bunga untuk bulan September. Kepala strategi pasar CMC Markets Michael McCarthy “Sementara data AS menunjukkan hasil yang beragam, isu dasar bagi The Fed kemungkinan adalah untuk menaikkan suku bunga ketika tidak ada alasan kuat untuk melakukannya”.

Lebih lanjut menurutnya, The Fed menyadari adanya risiko besar jika kondisi ekonomi memburuk maka hanya akan ada sangat sedikit ruang untuk bergerak. Sejalan dengan pergerakan bursa Asia, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,1%. Sementara, indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,1% dan indeks S&P/NZX 50 New Zealand turun 0,1%   –   SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : bisnis.com