SOLID GOLD  – Minyak Mentah Berpotensi Turun, Peningkatan Produksi Global

SOLID GOLD PALEMBANG – Harga minyak mentah naik, terpicu lonjakan permintaan bahan bakar AS imbangi laporan persediaan minyak mentah yang turun di bawah perkiraan. Harga minyak mentah berjangka WTI berakhir naik 43 sen atau 0,9% menjadi $ 49,59 per barel, setelah jatuh ke level terendah $ 48,55 di awal sesi.

Harga minyak mentah berjangka Brent, patokan minyak internasional, naik 60 sen atau 1,2% pada $ 52,38 per barel, setelah mencapai sesi rendah $ 51,18. Persediaan minyak mentah di Amerika Serikat turun sebesar 1,5 juta barel, EIAmengatakan, sekitar setengah dari penurunan yang diharapkan analis. Namun, laporan tersebut juga menunjukkan perkiraan permintaan bensin mingguan pada rekor tertinggi 9,842 juta barel.

Produksi minyak OPEC naik pada bulan Juli sebagai tertinggi tahun 2017, sebuah survei Reuters menemukan, yang dipimpin oleh pemulihan pasokan lebih lanjut dari Libya, salah satu negara yang dibebaskan dari kesepakatan pemotongan produksi. Ekspor minyak Iran juga meningkat. Produksi minyak Rusia mencapai 10,95 juta barel per hari pada bulan Juli, tidak berubah untuk bulan ketiga dan sejalan dengan janjinya untuk mengekang produksi, data pemerintah menunjukkan pada hari Rabu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah berpotensi turun terpicu kekuatiran peningkatan produksi global. Harga minyak mentah diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $ 49,10-$ 48,60, dan jika harga bergerak naik akan menembus kisaran Resistance $ 50,10-$ 50,60. –  SOLID GOLD