SOLID GOLD BERJANGKA  –  West Texas Intermediate Merosot 2,6%

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG   –   Berita (04/01) Harga minyak mentah berjangka terlempar dari posisi tertinggi 18-bulan pada akhir perdagangan, terbebani oleh dolar yang lebih kuat dan kekhawatiran atas meningkatnya produksi Libya. Harga minyak mentah berjangka WTI AS naik ke 18 bulan tinggi $ 55,24 per barel di perdagangan pagi sebelum berlari ke volatilitas menjelang jam siang. Kontrak turun $ 1.39, menjadi 2,59%, pada $ 52,33 per barel.

Kontrak Maret untuk harga minyak mentah berjangka Brent turun $ 1,18, atau 2,1%, untuk menetap di $ 55,65 per barel. Sebelumnya itu telah meningkat menjadi $ 58,37 per barel, tertinggi sejak pertengahan 2015. USD yang lebih kuat menekan harga minyak mentah. Indeks Dolar AS, ukuran uang terhadap sekeranjang enam mata uang lainnya, sempat naik ke level tertinggi sejak tahun 2002.

Ini kemudian akan memberikan kembali keuntungan untuk menetap naik 0,3%. Produksi dari Rusia, produsen minyak terbesar di dunia, tidak berubah pada 11.210.000 barel per hari pada bulan Desember. Moskow berencana untuk mengurangi produksi 300.000 barel per hari di kontribusinya terhadap kesepakatan global.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga minyak mentah akan bergerak mencermati pergerakan dollar AS, yang jika berbalik melemah setelah kemarin menguat dapat mengangkat harga minyak dan sebaliknya. Optimisme pelaksanaan pemotongan produksi OPEC dan Non OPEC juga dapat mendorong harga. Harga minyak mentah diperkirakan akan bergerak dalam kisaran Resistance $ 52,80 dan $ 53,30, namun jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 51,80 dan $ 51,30.  –  SOLID GOLD BERJANGKA