SOLID GOLD BERJANGKA   –   4 Manfaat Rempah Indonesia

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG   –   Negara Indonesia dikenal sebagai negara agraria yang kaya akan hasil pertaniannya, Salah satu hasil bumi Indonesia yang terkenal ialah rempah – rempah. Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menceritakan sejarah rempah – rempah Indonesia yang menjadi produk unggulan di awal abad ke 19. Hal ini membuat Indonesia menjadi buruan negara Eropa karena hasil rempah-rempahnya. Berikut ini 4 manfaat rempah – rempah indonesia

1. Harga rempah setara emas batangan

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rempah terbesar di dunia. Kedigdayaan komoditas ini terjadi pada abad ke-17. Rempah menjadi komoditas utama dan paling berharga pada perdagangan saat itu. Salah satu contohnya ialah harga cengkeh hampir setara dengan emas batangan. Harapan rempah menjadi penunjang kesejahteraan petani dinilai pemerintah masih jauh panggang dari api.

2. Pala Indonesia pasok 60 persen kebutuhan dunia
Tanaman ini sudah berumur lebih dari 100 tahun dan sudah menyebar ke daerah-daerah lain di seluruh Indonesia. Bahkan sudah sampai di Grenada, Amerika Tengah, Asia dan Afrika. Wilayah penghasil utama buah pala yakni berada di Kepulauan Maluku, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, NAD, Jawa Barat dan Papua. Pada abad ke-16, pala dipercaya oleh penduduk London sebagai obat bagi segala penyakit.

3. Pulau penghasil rempah sampai ditukar dengan wilayah di AS
Pulau Run merupakan sebuah pulau kecil di wilayah perairan Banda. Pada masa awal penjajahan, tepatnya pada abad ke-17 pulau ini merupakan pulau paling berharga di wilayah Nusantara. Pulau ini merupakan pulau utama penghasil pala yang merupakan komoditas dagang paling mahal di seluruh dunia. Melalui perjanjian Breda pada tahun 1667, Belanda dan Inggris melakukan pertukaran daerah jajahan. IEC atau Inggris menukar wilayah pulau Run mereka dengan Manhattan yang ketika itu dikuasai oleh Belanda.

4. Obat tradisional China yang terkenal bahan bakunya rempah Indonesia
Negara China dikenal dengan pengobatan alternatifnya yang banyak memakai cara dan obat tradisional. Walau kaya ilmu kesehatan, ternyata negeri itu juga melakukan impor bahan baku obatnya dari Indonesia. Pihaknya mencatat total keanekaragaman hayati dan ekosistem pada 2012 tembus Rp 3.000 triliun.