SOLID GOLD  –  Isu Terlibat Rusia Peluncuran Roket Korut, Indeks Asia Memerah 

SOLID GOLD PALEMBANG – Bursa saham di Asia diindikasikan turun, saat beberapa negara berupaya mencari cara menangani meingkatnya provokasi dari Korea Utara. Indikator indeks saham mulai dari Tokyo hingga Sydney menunjukkan penurunan bersama dengan kontrak indeks S&P 500 pagi ini. Sementara itu, yen bergerak lebih kuat dan reli obligasi AS membawa imbal hasil 10 tahun ke level terendah sejak kemenangan Donald Trump dalam pilpres November tahun lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 234 poin, sedangkan obligasi AS 10 tahun menanjak di tengah kabar bahwa Korea Utara berencana meluncurkan rudal balistik kembali. Adapun usd melemah menyusul pernyataan bernada dovish dari anggota Dewan Gubernur Federal Reserve Lael Brainard.

Dilansir Bloomberg, berlanjutnya situasi penghindaran aset berisiko didukung oleh kurangnya konsensus di antara AS, Rusia, dan China mengenai bagaimana cara menekan rezim Kim Jong Un untuk menghentikan ambisi nuklirnya. Presiden Rusia Vladimir Putin menampik seruan AS untuk memberikan lebih banyak sanksi pada Korut. Sikap Rusia sejalan dengan China yang menginginkan sanksi lebih bersifat hukuman.

Media Korea Selatan, Asian Business Daily, kemarin mengabarkan bahwa Korea Utara siap meluncurkan rudal balistik antar benua pekan ini. Sejumlah agenda ekonomi di antaranya data barang tahan lama AS, neraca perdagangan, klaim pengangguran, dan rilis Fed Beige Book akan menambah petunjuk baru bagi perekonomian global setelah rilis indeks manajer pembelian pada hari Selasa mengindikasikan bahwa kawasan Eropa siap mengalami ekspansi tercepat dalam satu dekade – SOLID GOLD