SOLID GOLD    –    Indeks Dow Jones Mengahiri Pengutaanya

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG     –    Rabu (14/09) bursa saham AS melemah pada perdagangan  menyusul kebimbangan investor mengenai kenaikan suku bunga AS serta pelemahan harga minyak. Meski sempat menguat sepanjang perdagangan, Dow Jones Industrial Average berakhir melemah 0,18% di level 18.034,77, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 melemah 0,06% ke posisi 2.125,77.

Spekulasi tentang waktu kenaikan suku bunga Federal Reserve berikutnya telah mengguncang indeks saham utama menyusul pendapat beragam dari pejabat The Fed. Saham Apple melonjak 3,6% dan secara singkat menyentuh level tertinggi tahun ini karena investor berspekulasi bahwa teknologi iPhone terbaru akan membantu menopang penjualan.

Reli saham Apple ini membantu mendorong indeks teknologi S&P 500 menguat 0,58% dan menjadi sektor dengan penguatan paling tajam. Sementara itu, harga minyak melemah 2% menyusul spekulasi bahwa penurunan persediaan minyak mentah AS hanya sementara dan persediaan akan membengkak lagi karena kilang ditutup untuk pemeliharaan dalam beberapa pekan mendatang.

Kemarinnya Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,41% ke level 18.066,75 poin, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 anjlok 1,48% ke level 2.127,02. Ada 10 sektor indeks S&P 500 melemah dan setiap komponen industri Dow Jones anjlok kecuali saham Apple. Sektor energi memimpin penurunan sektoral dengan anjlok 2.86% karena harga minyak jatuh sebanyak 3 persen setelah IEA menyatakan kelebihan pasokan minyak global akan bertahan lama. Adapun sektor finansial merosot 1,82%.

Sementara itu, tiga pejabat AS Federal Reserve pada hari Senin mengambil sikap dovish pada kenaikan suku bunga, berbeda dengan komentar yang lebih agresif dari para pejabat lainnya dalam dua pekan terakhir.

Salah penahan pelemahan indeks adalah saham Apple yang melonjak 2,55% setelah dua operator telekomunikasi melaporkan permintaan yang tinggi untuk smartphone terbarunya. Sementara itu, saham Freeport McMoRan anjlok 8,39% menyusul kesepakatan untuk menjual beberapa asset di Teluk Meksiko ke Anadarko Petroleum. Beberapa analis menyatakan kesepakatan senilai US2 miliar tersebut terlalu murah    –    SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : vibiznews.com