SOLID GOLD BERJANGKA  –  IHSG Naik Lurus

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Indeks harga saham gabungan dibuka naik 13 juli 2016 sebanyak 0,26% atau 13,45 poin ke level 5.112,99 . Disesi sebelumnya, IHSG ditutup mengalami kenaikan 0,60% atau setara 30,51 poin ke level 5.099,53 setelah sempat bergerak pada kisaran 5.092,16 sampai dengan 5.120,13. Dari 532 saham yang diperdagangkan, ada 169 saham menguat, 130 saham melemah, dan sisanya 233 saham stagnan.

Sebanyak 6 dari 9 indeks sektoral IHSG menguat, didorong oleh sektor finansial yang naik sebanyak 2,45% dan sektor infrastruktur yang menguat 1,12%. Adapun 3 sektor lainnya mengalami pelemahan, dimulai dari sektor konsumer yang melemah 1,11%.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo mengatakan penguatan IHSG masih didorong dengan masuknya dana asing ke pasar modal Indonesia. Sementara sentimen dari tax amnesty dan juga dana dari Eropa yang mencari tempat ke Asia menjadi salah satu penyebabnya. Ia menambahkan, Selasa (12/07) “Masih tax amnesty, masih dana asing dari Eropa yang ingin menempatkan dananya di Asia,” .

IHSG masih tertekan di zona merah dengan melemah 0,02% atau 0,95 poin ke level 5.098,59. Indeks melemah setelah dua hari berturut-turut naik 2,56%.

Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengingatkan pelaku pasar untuk mewaspadai adanya utang gap di 4.890-4.905. Pergerakan IHSG terpantau menguat sebanyak 0,40% atau 20,35 poin ke 5119,89 pada perdagangan, (13/07).

Sejalan dengan penguatan IHSG, FTSE Straits Tim Singapura menguat 0,16% ke 2906,55, SE THAI menanjak 0,47% ke 1481,90, FTSE Malay KLCI naik tipis 0,07 poin ke 1654,04, dan PSEi – Filipina menguat 0,53% ke 7980,07.

Suku bunga acuan bank sentral pada akhir tahun lalu bertengger di posisi 7,5% dan pada pertengahan tahun ini telah turun menjadi 6,5%. Sentimen kedua, kata Lucky, kinerja emiten konsumer di atas rata-rata IHSG. Ke 3, bila melihat laju inflasi yakni 3,45% pada Juni 2016, ungkapnya, kondisi tersebut secara teori masih dinilai wajar dan terkendali. Salah satu faktor penyebab inflasi yakni peningkatan harga menjelang Lebaran, akan tetapi masyarakat saat ini telah toleransi dan menilai sebagai pola musiman.

Keempat, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar pun menjadi pembawa sentimen positif. Saat ini, rata-rata nilai tukar rupiah Rp13.150–Rp13.188 per dolar. Lucky mengatakan kondisi tersebut akan berdampak terhadap barang impor yang lebih bersaing – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : merdeka.com