SOLID GOLD BERJANGKA  –  Hangseng Melemah Pasca Badai Nida

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Rabu (03/08) pergerakan bursa saham di Hong Kong terpantau melemah pada perdagangan, setelah sempat terganggu dari dampak badai nida yang menutup sesi perdagangan kemarin. Indeks Hang Seng melorot 1,61% atau senilai dengan 355,36 poin ke level 21.773,78, setelah dibuka dengan pelemahan 1,74% atau senilai dengan 385,82 poin ke 21.743,32.

Hanya ada 1 saham menguat dan 49 saham lainnya melemah dari total 50 saham yang diperdagangkan di Hang Seng. Pelemahan indeks Hang Seng tertekan oleh beberapa saham seperti saham China Mobile Ltd. yang terguling 2,19%, saham HSBC Holdings PLC. yang merosot 1,67%, saham Tencent Holdings Ltd. yang melandai 1,36%, dan saham AIA Group Ltd. yang turun 1,12%.

Seperti dilansir Bloomberg, bursa saham Hong Kong mencatatkan pelemahan terbesar dalam lebih dari 5 minggu seiring adanya kemerosotan pada harga minyak mentah yang menurunkan pendapatan produsen energi. Saham Cnooc Ltd. dilaporkan alami pelemahan 4,1%, terbesar sejak 11 Februari akibat harga minyak mentah yang diperdagangkan di bawah US$40 per barel.

Sementara saham Huaneng Power International Inc., perusahaan generator listrik terbesar di China, terjatuh 2,5% setelah melaporkan penurunan pendapatan sebesar 31% pada paruh pertama.

Di sisi lain, data penjualan retail Hong Kong kemarin dilaporkan jatuh 8,9% pada bulan Juni dibandingkan setahun sebelumnya, lebih besar dari prediksi para analis dengan penurunan 8,1%  –  SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber  :  bisnis.com

 

 

Seperti dilansir Bloomberg, bursa saham Hong Kong mencatatkan pelemahan terbesar dalam lebih dari 5 minggu seiring adanya kemerosotan pada harga minyak mentah yang menurunkan pendapatan produsen energi.Saham Cnooc Ltd. dilaporkan alami pelemahan 4,1%, terbesar sejak 11 Februari akibat harga minyak mentah yang diperdagangkan di bawah US$40 per barel. Sementara saham Huaneng Power International Inc., perusahaan generator listrik terbesar di China, terjatuh 2,5% setelah melaporkan penurunan pendapatan sebesar 31% pada paruh pertama. Di sisi lain, data penjualan retail Hong Kong kemarin dilaporkan jatuh 8,9% pada bulan Juni dibandingkan setahun sebelumnya, lebih besar dari prediksi para analis dengan penurunan 8,1%