SOLID GOLD  –  Harga Minyak Dunia Diprediksi Naik

SOLID GOLD PALEMBANG   –   Bursa (28/12) Harga minyak dunia naik, karena pasar mengantisipasi bahwa pemangkasan produksi dari produsen-produsen minyak akan membantu mengurangi kelebihan pasokan global. Harga minyak bertahan di sekitar tingkat tertinggi sejak pertengahan 2015, didukung oleh kesepakatan yang dibuat antara OPEC dan anggota non-OPEC untuk memangkas produksi sebesar hampir 1,8 juta barel per hari mulai 1 Januari 2017 .

Namun, para analis mengatakan harga minyak mungkin kesulitan untuk menguat lebih lanjut sebelum tersedia bukti kepatuhan OPEC dengan pemotongan produksinya. Patokan AS, minyak mentah light sweet atau WTI untuk pengiriman Februari meningkat US$0,88 menjadi menetap di US$53,90 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan global, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, bertambah US$0,93 menjadi ditutup pada US$56,09 per barel di London ICE Futures Exchange. Dalam riset lainnya, perusahaan bank investasi Albilad Capital, menyampaikan harga minyak semakin membaik seiring dengan berkurangnya suprlus pasokan. Pada 2015, surplus pasokan sebesar 2,05 juta bph berkurang menuju 190.000 bph di kuartal III/2016.

Turki Fadaak, Research & Advisory Manager Albilad Capital, menuturkan dengan adanya pemangkasan produksi OPEC dan negara produsen lain harga minyak 2017 akan tumbuh di kisaran US$51 per barel. Tingkat produksi Arab Saudi akan turun menjadi 10,06 juta bph dari 2016 sejumlah 10,39 juta bph.  –   SOLID GOLD