Emas Turun Imbal Hasil Obligasi AS Naik – Solid Gold Berjangka

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Harga emas jatuh pada hari Selasa karena imbal hasil Treasury naik, meskipun logam bertahan di atas level dukungan utama USD 1.900.

Di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa anggota parlemen AS akan menyetujui undang-undang stimulus baru untuk menumpulkan dampak ekonomi dari virus corona.

Harga Emas

Dikutip dari CNBC Rabu harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD 1,901.89 per ounce, setelah naik ke level tertinggi sejak 21 September di USD 1.920,71. Emas berjangka AS ditutup 0,6 persen lebih rendah pada USD 1.908,80.

Alasan pasar mengharapkan kesepakatan fiskal adalah karena dalam pandangan kami, emas sebenarnya telah dikondisikan dari aset safe haven menjadi aset lindung nilai inflasi,” kata Daniel Ghali, ahli strategi komoditas di TD  Securities.

Sebagai aset lindung nilai inflasi, penghambat di sini sebenarnya adalah ekspektasi inflasi Pasar perlu melihat mereka naik lebih jauh untuk menarik suku bunga riil ke level yang lebih rendah dan emas lebih tinggi tambahnya.

Imbal hasil obligasi AS jangka panjang naik ke puncak empat bulan dengan fokus pada prospek paket stimulus baru virus corona AS setelah Ketua DPR Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin berbicara pada hari Senin tentang langkah langkah bantuan baru.

Emas cenderung mendapat keuntungan dari langkah-langkah stimulus yang luas dari bank sentral karena secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Pemulihan Ekonomi AS

Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan pemulihan ekonomi AS masih jauh dari selesai dan masih bisa turun ke spiral jika virus korona tidak dikendalikan secara efektif dan pertumbuhan dipertahankan.

Harga emas melemah karena dolar telah diuntungkan menyusul komentar Ketua Fed Powell bahwa dukungan fiskal yang terlalu sedikit akan menyebabkan pemulihan yang lemah kata analis Standard Chartered Suki Cooper.

Penentuan posisi taktis tetap relatif ringan menjelang pemilihan AS, namun harga cenderung bermain-main dengan USD 1.900/oz di sesi mendatang mengingat kisaran yang luas untuk level support dan resistance.

Harga Emas Pekan Ini Tergantung Kondisi Kesehatan Donald Trump Ada banyak ketidakpastian di pasar setelah Presiden AS Donald Trump dinyatakan positif covid-19.

Namun, analis tetap bullish pada pergarakan harga emas pekan ini diluar dari sejumlah hal yang harus diwaspadai.

Berita Trump mengalahkan segalanya data ekonomi paket stimulus dan lainnya Harga emas mundur sedikit. Tapi dengan semua uang di luar sana, logam kuning seharusnya lebih tinggi kata Presiden Phoenix Futures and Options LLC Kevin Grady.

Dilansir dari laman Kitco, Senin saat ini Grady melihat emas tertahan karena diperdagangkan di sekitar USD 1.900 per ons.

Positifnya Trump

Menurutnya kabar Trump yang positif Covid-19 seharusnya mendorong orang ke arah emas karena meningkatnya ketidakpastian.

Namun karena harga emas saat ini diperdagangkan bersama-sama dengan saham, banyak hal bergantung pada reaksi pasar terhadap perkembangan yang terjadi pekan depan – SOLID GOLD BERJANGKA