SOLID GOLD BERJANGKA  –  Emas Mengalami Kenaikan Tipis

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Kontrak emas berjangka divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik pada 30 juni 2016, karena pasar masih tidak pasti akibat dari dampak jangka panjang dan jangka menengah keluarnya Inggris dari UE.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Oktober naik 9 USD atau 0,68 persen, menetap di 1.326,90 USD per ounce. Dengan pedagang berhati-hati kembali memasuki pasar ekuitas AS pada Rabu kemarin, mendorong DJIA. AS memperpanjang kenaikannya dari Selasa (28/6), dengan DJIA menambahkan 267 poin, atau 1,53 persen.

Namun, para analis telah mencatat, hal ini belum mengembilkan kerugian dalam sesi sebelumnya menyusul Inggris untuk meninggalkan UE pada pekan lalu. Referendum yang dijuluki Brexit dan sebagian banyak dipandang sebagai langkah sangat tidak stabil telah menyebabkan volatilitas di pasar, sehingga memicu para investor memburu emas sebagai alternatif aset safe haven.

Emas mendapat dukungan tambahan karena indeks USD yang turun 0,35 persen menjadi 95,73. Indeks adalah ukuran dari dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah. Menurut Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Rabu kemarin bahwa pendapatan pribadi dan belanja konsumen mengalami peningkatan masing-masing 0,2 persen dan 0,4 persen pada Mei.

“Kedua angka tersebut sejalan dengan ekspektasi di pasar, kemungkinan meyakinkan para investor meskipun Brexit, ekonomi AS tetap pada jalurnya dalam jangka pendek, demi mencegah logam mulia dari kenaikan lebih lanjut,” kata para analis  – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : www.republika.co.id

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Oktober naik 9 USD atau 0,68 persen, menetap di 1.326,90 USD per ounce. Dengan pedagang berhati-hati kembali memasuki pasar ekuitas AS pada Rabu kemarin, mendorong DJIA. AS memperpanjang kenaikannya dari Selasa (28/6), dengan DJIA menambahkan 267 poin, atau 1,53 persen.Namun, para analis telah mencatat, hal ini belum mengembilkan kerugian dalam sesi sebelumnya menyusul Inggris untuk meninggalkan UE pada pekan lalu. Referendum yang dijuluki Brexit dan sebagian banyak dipandang sebagai langkah sangat tidak stabil telah menyebabkan volatilitas di pasar, sehingga memicu para investor memburu emas sebagai alternatif aset safe haven.