SOLID GOLD  –  Dollar Berhasil Kalahkan Indeks Emas

SOLID GOLD PALEMBANG  –   Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir melemah, karena dolar pulih dan para investor logam mulia berbalik hati-hati menjelang pertemuan The Fed. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 7,20 dolar atau 0,56% menjadi ditutup pada 1.270,50 dolar per ounce.

Indeks dolar naik 0,1%, diperdagangkan 1,6% lebih tinggi untuk bulan Oktober. Indeks dolar yang dilacak ini naik ke tingkat tertinggi lebih dari 3 bulan, karena semakin banyak tanda muncul untuk kemajuan pemotongan pajak yang dijanjikan Presiden Donald Trump. Harga untuk logam kuning menyentuh titik terendah sesi baru, setelah data menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen AS naik ke level tertinggi hampir 17 bulan pada Oktober.

Para investor juga mengamati perkembangan kebijakan pajak dan berita yang ditunggu minggu ini dari Presiden Trump tentang yang terpilih untuk memimpin The Fed. Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 15,4 sen atau 0,91% menjadi ditutup pada 16,693 dolar per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari merosot 3,1 dolar atau 0,34% menjadi menetap di 919,60 dolar per ounce.

Info Tambahan serangan teror di New York, AS, membuat emas sedikit menguat. Seperti yang dilansir Foxnews, sedikitnya 8 orang tewas dan 11 lainnya cedera setelah seorang penegndara masuk ke jalur sepeda dan menabrakkan sebuah truk pickup ke sebuah kerumunan dalam serangan teror di Lower Manhattan, New York, AS pada Selasa siang. Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas berpotensi naik dengan serangan teror di New York. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,272-$ 1,274, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,268-$ 1,266.  –  SOLID GOLD