SOLID GOLD  –  Tunggu Data Inflasi, Indeks Dollar Memerah

SOLID GOLD PALEMBANG  –  Indeks usd bergerak melemah karena investor masih menanti data inflasi yang dirilis pekan ini. Indeks usd, yang melacak kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terpantau melemah 0,03% atau 0,025 poin ke level 93,407. Sebelumnya, indeks dolar dibuka pada level 93,416 setelah pada akhir perdagangan kemarin ditutup turun 0,12% ke level 93,432.

Akhir pekan lalu, indeks menguat menyusul rilis data ketenagakerjaan yang memperkuat probabilitas terjadinya pengetatan kebijakan moneter serta peningkatan suku bunga acuan lanjutan oleh Federal Reserve. Imbal hasil obligasi pemerintah AS terpantau datar cenderung melemah pada Senin menyusul rilis data non-farm payroll AS yang lebih kuat dari perkiraan, namun tanpa pengaruh nyata menjelang penawaran obligasi pemerintah dan korporasi pekan ini.

“Sebagian besar, dolar AS menahan level penguatan pada hari Jumat,” kata Kathy Lien, managing director analis valuta asing BK Asset Management, seperti dikutip Bloomberg. “Satu-satunya yang menahan dolar dari pengutan lebih lanjut adalah imbal hasil,”.

Sementara itu, usd sedikit bereaksi terhadap komentar dari Presiden The Fed wilayah St. Louis, James Bullard, dan Minneapolis, Neel Kashkari. Jame Bullard mengatakan The Fed mungkin tidak akan menaikkan suku bunga acuan mengingat inflasi tidak meningkat bahkan jika pasar tenaga kerja AS terus membaik.  –  SOLID GOLD

“Sebagian besar, dolar AS menahan level penguatan pada hari Jumat,” kata Kathy Lien, managing director analis valuta asing BK Asset Management, seperti dikutip Bloomberg. “Satu-satunya yang menahan dolar dari pengutan lebih lanjut adalah imbal hasil,”.

Sementara itu, usd sedikit bereaksi terhadap komentar dari Presiden The Fed wilayah St. Louis, James Bullard, dan Minneapolis, Neel Kashkari. Jame Bullard mengatakan The Fed mungkin tidak akan menaikkan suku bunga acuan mengingat inflasi tidak meningkat bahkan jika pasar tenaga kerja AS terus membaik.