SOLID GOLD   –    Bursa Jepang, Naik Lalu Turun Kembali

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG     –    Harian solid (30/09) bursa saham di Jepang melemah, dengan indeks acuan menghapus keuntungan pada bulan September. Hal itu terjadi seiring kekhawatiran masalah modal perbankan Jerman, Deutsche Bank AG, dapat menjalar ke seluruh pasar global.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Topix dibuka melemah 1,49% atau setara dengan 20,02 poin ke level 1.323,23. Selanjutnya indeks melemah 1,92% atau setara dengan 25,85 poin ke level 1.317,4. Dari 1.970 saham yang diperdagangkan sebanyak 73 saham menguat,  1.828 saham yang melemah, dan 69 saham mengalami stagnan.

Adapun Nikkei 225 Stock Average dibuka melemah 1,31% atau setara dengan 219,26 ke level 16.474,45. Selanjutnya indeks turun 1,51% atau setara dengan 252,06 ke level 16.441,65. Dari 225 saham yang diperdagangkan sebanyak 5 saham menguat, 219 saham yang melemah, dan hanya ada 1 saham mengalami stagnan.

“Kecemasan telah menyebar. Lingkungan yang buruk dapat berdampak ke seluruh pasar dan investor merasa tidak dapat membeli saham-saham di Jepang juga,” ujar Juichi Wako, Senior Strategist Nomura Holdings Inc, seperti dikutip dari Bloomberg.

1 hari yang lalu Indeks Topix ditutup menguat 0,94% atau setara dengan 12,48 poin ke 1.343,25, sedangkan indeks Nikkei 225 ditutup melonjak 1,39% atau setara dengan 228,31 poin ke level 16.693,71. Minyak mentah WTI melonjak lebih dari 5% setelah OPEC berencana untuk membatasi produksi harian menjadi 32,5 juta barel hingga 33 juta barel.

Kesepakatan tersebut menjadi dorongan untuk saham-saham sektor minyak di Jepang, serta emiten perdagangan yang bergerak dalam bidang energi. Lebih dari dua saham naik untuk setiap satu saham yang melemah di antara 1966 saham pada indeks Topix. Japan Petroleum Exploration Co menguat 8,8%. Inpex Corp melonjak 5,7% yang merupakan penguatan terbesar sejak tanggal 17 Agustus   –   SOLIDGOLD BERJANGKA