SOLID GOLD BERJANGKA  –  Bursa China Melemah 3.13 Poin

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Jumat (05/08) pergerakan bursa saham China terpantau bervariasi pada perdagangan. Indeks Shanghai Composite melemah 0,11% atau senilai dengan 3,13 poin ke level 2.979,29 , setelah dibuka turun 0,12% atau senilai dengan 3,65 poin di posisi 2.978,78. Total dari 1.151 saham yang terdaftar pada indeks Shanghai Composite, 351 di antaranya menguat, 666 melemah, sedangkan 134 saham bergerak stagnan.

Saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd. melemah 0,46%, diikuti oleh saham Huatai Securities Co. Ltd. yang anjlok 3,50%, PetroChina Co. Ltd. yang turun 0,28%, dan Air China Ltd. yang drop 2,56%. Pada saat yang sama, pergerakan indeks CSI 300 di Shenzen yang berisi saham-saham bluechips terpantau naik tipis 0,08% atau senilai dengan 2,51 poin ke level 3.203,80, setelah dibuka dengan pergerakan nyaris stagnan di posisi 3.201,35.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, pelemahan bursa saham China terjadi di tengah kekhawatiran akan tindakan keras terhadap produk wealth management yang membebani pergerakan saham di daratan China. Indeks Shanghai Composite termasuk mengalami kinerja terburuk secera global setelah turun lebih dari 15% sepanjang tahun ini dan terus bergerak pada kisaran level 3.000 selama sebulan terakhir.

Castor Pang, Kepala Riset Core-Pacific Yamaichi Hong Kong “Jika indeks tembus ke atas 3.000, hal itu akan mendorong investor untuk kembali, namun saat ini indeks masih pada kisaran level resistannya jadi investor terlihat berhati-hati,”. kemarin indeks Shanghai Composite menguat 0,13% atau senilai dengan 3,96 poin ke level 2.982,43 pada penutupan perdagangan. Sementara itu, indeks CSI300 ditutup menguat 0,24% atau senilai dengan 7,78 poin ke 3.201,29.

Seperti yang dikutip dari Reuters, bank sentral China kemarin menyatakan bahwa pemerintah akan menggunakan sejumlah kebijakan moneter dan menjaga likuiditas dan pertumbuhan kredit pada tingkat yang wajar pada periode ke 2 tahun ini. Saat yang sama, NDRC China, mengatakan negara tirai bamboo ini mencari waktu yang tepat untuk menurunkan suku bunga dan rasio giro wajib minimum.

Akan tetapi, NDRC kemudian merevisi pernyataan tersebut, yang kemudian ditafsirkan oleh beberapa investor sebagai adanya perpecahan kebijakan antara berbagai pihak yang berwenang. Seperti yang dikutip dari data Bloomberg. Yang Hai, analis Kaiyuan Securities. “Pemerintah sedang menghadapi dilema. Dunia usaha sedang berjuang di bawah lingkungan saat ini sehingga NDRC berharap penurunan suku bunga dapat mengurangi beban biaya mereka,” – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : market.bisnis.com