SOLID GOLD   –    Bursa Asia Semakin Terbenam

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG     –    Kamis (15/09) pergerakan bursa saham Asia dilaporkan melemah untuk hari ke 6, menjadikannya rentetan pelemahan terpanjang sejak Mei di tengah tumbuhnya ketidakpastian akan prospek untuk stimulus bank sentral global. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3% ke 136,21. Indeks diperdagangan pada level terendah dalam lima pekan setelah valuasi menanjak ke level tertinggi dalam lebih dari setahun bulan ini dan investor menempatkan kemungkinan yang lebih besar untuk berkurangnya stimulus moneter secara global.

Hal itu telah memicu volatilitas pada pasar saham selama sepekan terakhir, mulai dari Hong Kong hingga New York. Indeks Topix Jepang pagi ini juga melemah akibat spekulasi bahwa bank sentral akan mempertimbangkan tingkat suku bunga negatif pada pertemuannya pekan depan, sehingga berpotensi menurunkan prospek laba.

Sejalan dengan pergerakan bursa Asia, indeks Topix Jepang melemah 0,7%, sementara indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,1% dan indeks S&P/NZX 50 New Zealand naik 0,1%.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Reuters, Indeks terluas MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,2%, memperpanjang penurunan sejak akhir pekan lalu menjadi 4,2%.
Bank of Japan berencana menerbitkan kebijakan suku bunga negatif yang kontroversial sebagai pusat dari pelonggaran moneter masa depan. Hal itu menjanjikan adanya penurunan suku bunga lebih lanjut akibat ekspansi terhadap pembelian aset yang mendekati batasnya.

Berdasarkan aliran data Bank of America Merrill Lynch, arus modal ke dalam equity fund pasar negara berkembang tercatat mencapai US$24 miliar selama 10 pekan terakhir, merupakan rekor tertinggi. Volatilitas pada indeks bursa saham melonjak ke level tertinggi dalam tiga bulan. Di Wall Street, S&P 500 Indeks menyusut 1,48% menjadi 2.127,02, di level rendah dalam dua bulan. Meski demikian, indeks berhasil bertahan di atas rerata pergerakan selama 200 hari yang berada pada level 2.121, perubahan pada level itu bisa melemahkan kepercayaan pasar.
Yield obligasi Jepang bertenor pendek melemah, yakni yield Japan Global Bond (JGB) bertenor 5 tahun yang tergelincir 2,5 basis poin menjadi minus 0,2%, sedangkan yield untuk obligasi bertenor 2 tahun menyusut 2 basis poin dan berada pada level terendah selama enam pekan dengan -0,265%    –    SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : market.bisnis.com