SOLID GOLD   –     Bursa AS Mengalami Pelemahan

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG    –     Berita saat ini (27/09) bursa saham AS melemah hal ini dikarenakan investor menunggu jelang debat pertama antara calon presiden AS Hillary Clinton dan Donald Trump. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,91% ke level 18.094,83, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 kehilangan 0,86% ke posisi 2.146,1.

Saham perbankan besar memimpin penurunan karena para investor khawatir bahwa Deutsche Bank mungkin memerlukan tambahan modal untuk membayar denda sebesar US$14 miliar kepada departemen kehakiman AS.

Saham Deutsche Bank yang tercatat di bursa AS melemah 7,06% ke level terendah setelah bank tersebut menyatakan tidak memerlukan bantuan pemerintah Jerman, menanggapi laporan sebelumnya bahwa Kanselir Angela Merkel telah memperingatkan untuk tidak mengharapkan apapun.

Di lain pihak, pemilihan orang nomor satu di AS sejauh ini memiliki sedikit sentimen pada pasar modal, tetapi dapat berubah jika pada debat Senin dapat dilihat siiapa yang akan memenangkan pemilihan presiden. Dengan hanya enam minggu sebelum pemilihan presiden tanggal 8 November, beberapa investor melihat persaingan antar kandidat memicu volatilitas di sektor termasuk asuransi kesehatan, produsen obat dan industri.

Seperti yang dikutip dari Reuters, Robert Pavlik, kepala strategi pasar di Boston Private Wealth, “Investor bertindak sangat gugup menjelang debat, ini memberikan fakta bahwa pasar tidak hanya berfokus pada kesehatan ekonomi, suku bunga dan peristiwa geopolitik,” Indeks finansial S&P melemah 1,5%, didorong oleh penurunan 2,19% pada saham JPMorgan dan Bank of America Corp seberar 2,77%, sedangkan indeks perbankan merosoto 2,24%, penurunan paling tajam sejak tanggal 5 Juli.

Saham Pfizer Inc turun 1,81% dan menjadi penekan terbesar pada sektor kesehatan, yang menurun 1,22%. 1 hari lalu Saham Apple Inc jatuh 2,7% pada perdagangan di bursa New York setelah riset GfK tentang laju penjualan iPhone di Eropa dan Asia bocor ke pelaku pasar.

Laporan perusahaan riset asal Jerman tersebut menyatakan angka penjualan iPhone 7 turun 25% dibandingkan angka penjualan iPhone 6S pada periode yang sama tahun lalu. Sebelumnya, Digitimes melaporkan Apple sudah mengabarkan pada pemasok chip bahwa pesanan atas komponen chip iPhone 7 akan lebih rendah 20% pada kuartal I/2017 dibandingkan kuartal I/2016   –    SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : vibiznews.com