SOLID GOLD BERJANGKA  –  Dampak Negatif Meningkatnya Belanja Online 

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG  –  Menurut Perusahaan konsultan Mckinsey & Co, memprediksikan,pasar e-commerce di Indonesia akan menjadi yang terbesar di dunia. Saat ini, Indonesia berada di posisi ke 6 sebagai negara dengan pasar terbesar di dunia, dengan memiliki USD 2 miliar pasar e-commerce. Perkembangan cepat bisnis online tidak didukung oleh penetrasi penggunaan internet di Indonesia, yang ternyata hanya berjumlah 38% dari total penduduk.

1. Ancam pasar tradisional

Pemerintah khawatir perkembangan bisnis online akan menggerus keberadaan pasar tradisional. Maka dari itu, pemerintah berharap pelaku usaha kecil dan menengah tidak terlalu bergantung pada media penjualan berbasis daring.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga tidak memungkiri jika penjualan melalui online bisa meningkatkan kinerja penjualan pelaku bisnis. “Saya yakin bisnis online ini sesuatu yang bisa menggulirkan pendapatan para pelaku UKM tapi tak boleh sampai semuanya dengan online. Pasar kita nanti bisa sepi”,

2. Pasar Glodok tak diminati

Kios-kios di pusat penjualan barang elektronik, Pasar Glodok mulai banyak yang tutup. Toko elektronik yang buka pun tidak sebanding dengan jumlah pembeli yang datang. Suasana yang lebih lengang lagi akan terlihat bila pengunjung beranjak ke lantai yang lebih tinggi. Jumlah deretan toko yang ditutup makin banyak di tiap lantai. Hal ini menyebabkan lingkungan sekitar menjadi kotor dan tidak terawat. Lorong depan toko yang tutup tampak tidak dibersihkan.

3. CT sebut belanja online tingkatkan pengangguran

Bos CT Corp yang juga menteri koordinator perekonomian era SBY, Chairul Tanjung, mengungkapkan bahwa skema jual beli online atau e-commerce berpotensi meningkatkan pengangguran di Tanah Air. Sebab, pedagang tradisional akan semakin kehilangan pembeli dan terpaksa gulung tikar.

4. Picu PHK massal

Ekonom mikro, James Adam menilai, salah satu faktor pemicu PHK terhadap para pekerja ritel sejak awal 2017 adalah karena berkembang pesatnya belanja dalam jaringan atau online. Anggota IFAD untuk program pemberdayaan masyarakat pesisir NTT itu mengatakan, kejadian ini sangat terkait bagaimana antisipasi pemerintah terhadap PHK ribuan pekerja ritel.

5. Lonceng kematian mal

Green Street Advisors mengeluarkan hasil survei terbaru mengenai kebiasaan belanja masyarakat dan keberadaan mal di Amerika Serikat. Hasilnya, mal di beberapa tempat menuju arah kematian karena ramainya belanja online yang mengikis penjualan di pusat perbelanjaan. Berdasarkan penelitian, hunian mal menurun untuk pertama kalinya sejak resesi ekonomi. Pertumbuhan sewa tempat di mal juga terus melambat belakangan ini.  –  SOLID GOLD BERJANGKA