SOLID GOLD   –    Kospi Melanjutkan Penguatan dari Kemarin

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG    –    Berita hari ini (06/09) pergerakan bursa saham Korea Selatan terpantau berbalik menguat hari ini. Indeks Kospi bergerak menguat 0,08% atau senilai dengan 1,72 poin ke 2.061,80, setelah dibuka turun tipis 0,09% atau  senilai dengan 1,87 poin di posisi 2.058,21. Ada sebanyak 288 saham menguat, 399 saham yang melemah, dan 79 saham mengalami stagnan total dari 766 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi.

Saham Woori Bank menguat 0,45%, diikuti oleh saham KR Motors Co. Ltd. yang melesat 4,11%, dan Hite Jinro Co. Ltd. yang naik 0,45%. Sementara saham Dongwha Pharm Co. Ltd. dan Kyungbang Ltd. masing-masing melemah 0,94% dan 1,40%. Nilai tukar won berbalik melemah tipis 0,01% atau  senilai dengan 0,16 poin ke posisi 1.105,30 per USD, setelah dibuka dengan penguatan di posisi 1.102,39.

Kemarin bursa saham Korea Selatan juga penguatannya, seiring menguatnya kinerja won. Indeks Kospi bergerak menguat 0,92% atau  senilai dengan 18,68 poin ke 2.056,99, setelah dibuka naik 0,53% atau  senilai dengan 10,88 poin di posisi 2.049,19. Ada sebanyak 419 saham menguat, 271 saham yang melemah, dan 76 saham mengalami stagnan total dari 766 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi.

Saham Dongwha Pharm Co. Ltd. melejit 5,55%, diikuti oleh saham Woori Bank yang menguat 0,91%, lalu saham Kyungbang Ltd. yang naik 0,86%, dan kemudian Samyang Holdings Corp. yang melaju 5,51%. Sementara itu, nilai tukar mata uang won Korea Selatan menguat 0,86% atau  senilai dengan 9,66 poin ke posisi 1.107,59 per USD, setelah dibuka di posisi 1.114,60.

Seperti dilansir dari data Bloomberg, kinerja mata uang negara pasar berkembang yang menguat dipimpin oleh won Korea Selatan, setelah data payroll AS yang lebih lemah dari ekspektasi mengikis prediksi kenaikan tingkat suku bunga oleh The Fed di bulan ini.

Sim Moh Siong, ahli strategi mata uang Bank of Singapore Ltd. “Interpretasi data payroll sedikit mixed. Memang lebih rendah dari ekspektasi tetapi tidak buruk. Mata uang Asia dapat tertopang karena data payroll yang lebih rendah dari ekspektasi mengurangi kesempatan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September”.   –    SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : vibiznews.com