5 Tata Krama Telepon Baru Untuk Anak – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Bunda dan Ayah sudah membolehkan anak menggunakan handphone? perhatikan ada lima tata krama menggunakan handphone yang anak perlu tahu. Konsultan Kepemimpinan Sherly

Eberly dan putrinya Caroline Eberly menjabarkan dalam bukunya ‘365 Manners Kids Should Know’ mengungkapkan tata krama memakai ponsel bagi anak yaitu:

1. Tidak Membawa HP Ke semua Tempat

Menurut penjelasan Sherly, sebaiknya anak belajar bahwa tidak perlu membawa ponsel ke semua tempat. Misalnya tidak membawa ponsel saat ke kamar mandi atau ketika  sedang makan.

2. Makan sembari menelpon

Hal lain yang tidak sopan dilakukan adalah makan cemilan sambil menelepon. walaupun teman di ujung telepon tidak keberatan, orang-orang yang lebih tua biasanya keberatan dan menganggap hal itu tidak sopan, tulis Sherly dikutip dari Parents.

Kata Sherly, ponsel seperti megafon mini yang mempertegas suara di sekitarnya dan terdengar hingga ke ujung telepon. Kunyahan selembut apapun pasti terdengar. Untuk itu, sebaiknya anak tidak makan ketika percakapannya di telepon belum selesai.

Jika seseorang menelepon pada saat ia makan, sebaiknya anak menelan dulu makanannya sebelum menjawab. Kemudian dia bisa menunda makan sampai percakapan selesai. Atau meminta penelepon untuk menghubungi lagi bila dia sudah selesai makan, kata Sherly.

3. Tidak bawa HP Ke Kamar mandi

Selain tak makan saat menelepon, anak juga hendaknya tidak membawa ponsel ke kamar mandi, termasuk menelepon di kamar mandi. Baik ditoilet pribadi maupun toilet umum. Menurut Sherly, orang yang menelepon tak ingin mendengar sesuatu di kamar mandi suara toilet disiram atau pengering tangan berbunyi.

Bila di toilet umum, orang yang di kamar mandi pun tak ingin mendengar percakapan dengan suara keras untuk mengimbangi suasana berisik di kamar mandi.

4. Tidak meletakkan ponsel di meja

Ada lagi tata krama lainnya dalam berponsel bagi anak, Bun, yakni tak meletakkan ponsel di meja. Kalau anak bersikeras sedang menunggu telepon penting, maka minta dia memasang nada getar. Jika panggilan masuk, anak bisa menyingkir sebentar dan melakukan percakapan singkat.

Mengirim pesan teks diam-diam misal di bawah meja, meletakkan ponsel di meja sehingga bergetar atau berkelap kelip setiap kali ada pesan masuk atau memasang volume dering yang keras, semua itu tak boleh dilakukan, kata Sherly.

5. Volume Suara Harus Di Kontrol

Anak-anak perlu menyadari seberapa keras suara mereka saat berbicara, Kan nggak enak juga kalau orang lain jadi terganggu karena suara kita yang keras saat menelepon.

Untuk itu pastikan anak tahu bahwa ia harus pergi ke tempat yang lebih sepi atau privat saat menerima panggilan di ponsel.Kata Sherly, Bicara dengan suara keras bukan hanya menjengkelkan orang-orang di sekelilingnya, tapi juga mengganggu siapa pun yang jadi lawan bicara anak.

Saat mengajarkan tata krama atau sopan santun ke anak, memang ada beberapa hal yang orang tua perlu perhatikan. Situs The Parents Zone menuliskan, anak belajar melalui apa yang mereka lihat.

Karena itu, Bunda bisa menunjukkan ke anak bagaimana cara bersikap yang baik saat menerima telepon. Bunda juga harus melakukan apa yang Bunda minta anak lakukan. Dengan begitu, anak akan punya role model dan meniru apa yang orang tuanya lakukan – SOLID BERJANGKA

sumber : detik_health