3 Hal yang Dibutuhkan Anak untuk Sukses – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Dengan berkembangnya teknologi membuat orangtua khawatir akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Banyak orangtua yang mengambil langkah-langkah ekstrem untuk menghindarkan anak dari kecanduan gawai (gadget).

Banyak orangtua yang menyerbu ke kamar anak-anak mereka, mencabut komputer atau konsol game, dan menghancurkan perangkat menjadi potongan-potongan.

Namun ini yang tidak dimengerti para orangtua.

Teknologi bukan masalah, dan menegakkan aturan ketat tentang penggunaan teknologi bukanlah solusi.

Alih-alih, itu adalah akar penyebab gangguan anak- anak yang perlu ditangani.

Anak-anak memiliki kebutuhan psikologis. Sama seperti tubuh manusia yang membutuhkan nutrisi makro untuk berjalan dengan baik, jiwa manusia memiliki kebutuhannya sendiri untuk berkembang.

Gangguan memenuhi kekurangan, jadi ketika anak-anak tidak diberikan “nutrisi psikologis” yang mereka butuhkan, mereka lebih cenderung untuk melakukan perilaku yang tidak sehat dan mencari kepuasan, sering kali dalam lingkungan virtual.

Berikut 3 nutrisi psikologis yang harus diberikan orangtua kepada anak, sehingga  anak bisa menjadi sukses.

Ini mungkin terdengar seperti ide yang mengerikan, tetapi memberi anak Anda kebebasan mengendalikan pilihan mereka sebenarnya bisa menjadi hal yang baik.

Alih-alih menjadi orang yang menegakkan aturan ketat tentang hal-hal seperti  penggunaan teknologi, bantu anak-anak Anda membuat batasan mereka sendiri.

Tujuannya adalah untuk membuat mereka mengerti mengapa waktu layar mereka harus  dibatasi.

Semakin Anda membuat keputusan dengan mereka, dan bukannya sebaliknya,  semakin besar kemungkinan mereka bersedia mendengarkan panduan Anda.

Beri Kebebasan Memilih

Ini mungkin terdengar seperti ide yang mengerikan, tetapi memberi anak Anda kebebasan mengendalikan pilihan mereka sebenarnya bisa menjadi hal yang baik.

Alih-alih menjadi orang yang menegakkan aturan ketat tentang hal-hal seperti penggunaan teknologi, bantu anak-anak Anda membuat batasan mereka sendiri.

Tujuannya adalah untuk membuat mereka mengerti mengapa waktu layar mereka harus dibatasi.

Semakin Anda membuat keputusan dengan mereka, dan bukannya sebaliknya, semakin besar kemungkinan mereka bersedia mendengarkan panduan Anda.

But Percaya Diri

Perkembangan anak berbeda-beda. Terlalu menekan anak untuk mencapai apa yang Anda mau bukan hal yang benar.

Sebab, anak-anak bisa hilang percaya diri jika terlalu sering diberi pesan bahwa mereka tidak kompeten pada apa yang mereka lakukan.

Jika seorang anak tidak berhasil dengan baik di sekolah dan tidak mendapatkan dukungan individual yang diperlukan.

Mereka mungkin mulai percaya bahwa mencapai kompetensi tidak mungkin. Jadi mereka berhenti berusaha.

Kemudahan pada kegiatan akademik atau atletik yang terstruktur, serta tekanan dan harapan di sekitar mereka.

Diskusikan dengan anak Anda tentang apa yang mereka sukai, dan dorong mereka untuk mengejarnya dengan cara di mana mereka dapat mencapai tingkat kompetensi.

Beri Waktu Main

Seperti orang dewasa, anak-anak ingin merasa penting bagi orang lain, dan sebaliknya.

Kesempatan untuk memenuhi kebutuhan ini dan mengembangkan keterampilan sosial pada saat yang sama berpusat pada peluang untuk bermain dengan teman sebayanya.

Generasi sebelumnya diizinkan untuk bermain sepulang sekolah dan membentuk ikatan sosial yang dekat.

Namun banyak anak saat ini dibesarkan oleh orang tua yang membatasi bermain di luar ruangan karena beberapa hal, seperti banyaknya kendaraan lalu lalang atau kejahatan yang makin marak.

Beri anak-anak Anda lebih banyak waktu luang untuk berinteraksi langsung dengan orang lain seusia mereka. Ini akan membantu mereka menemukan koneksi yang mungkin mereka cari online atau melalui media sosial – SOLID BERJANGKA