Bukti Bahwa Sedih Itu Ada Baiknya – PT Solid Gold Berjangka

PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Kebahagiaan tentu membawa kebaikan. Berbagai hal yang telah terbukti sains sebagai efek dari bahagia adalah meningkatnya sistem kekebalan tubuh, mampu menahan rasa sakit, hingga lebih kebal stress.

Kesedihan sendiri seringkali dianggap tak ada gunanya. Namun ternyata berdasarkan deretan penelitian berbasis ilmu pengetahuan, banyak hal positif yang bisa kita dapat dari bersedih.

Jadi, perasaan sedih bahkan ternyata adalah hal yang baik. Mau tau alasannya? Berikut ulasannya melansir Listverse

Lebih Baik Dalam Berkomunikasi

Sebuah riset yang diunggah di platform ResearchGate menyebut bahwa orang yang sedang bersedih memiliki kemampuan yang lebih persuasif dalam bercakap-cakap.

Orang yang bersedih ini pun lebih baik dalam mempengaruhi pendapat orang lain.

Dalam penelitian tersebut, dikatakan bahwa perasaan sedih mengubah bagaimana seseorang memproses sesuatu.

Hal ini membuat orang tersebut jadi lebih lugas dan jelas tentang pesan yang ingin dia sampaikan.

Memori yang Lebih Baik

Melansir sebuah penelitian yang dikutip LiveScience, orang yang sedih jauh lebih baik dalam mengingat wajah seseorang.

Tak cuma itu, dalam uji memori secara general, seseorang yang sedih juga lebih baik dari orang biasa.

Uniknya, penelitian tersebut juga mengatakan bahwa perasaan sedih tak membawa ingatan yang lebih baik ini untuk hal-hal yang lebih meluas, seperti ingatan soal obyek tertentu atau pilihan kata.

Hal ini makin memperlihatkan bahwa perasaan sedih membuat seseorang baik dalam memori detil seperti mengingat wajah.

Lebih Berempati

Penelitian membuktikan bahwa orang yang sedih bahkan depresi, adalah orang lang lebih bisa berempati.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di The British Psychological Society, sebuah eksperimen dilakukan kepada mahasiswa dengan depresi ringan untuk menguji empati.

Anak-anak yang depresi ringan ini diperlihatkan deretan foto dan disuruh untuk mengidentifikasi emosi apa yang tergambar dari foto tersebut.

Hasilnya, mereka jauh lebih baik soal empati dari orang biasa.

Para peneliti tidak berpikir bahwa kebahagiaan membuat seseorang lebih egois, namun depresi disebut muncul karena adanya sensitivitas berlebih terhadap emosi.

Hal ini juga yang merujuk pada tingginya empati.

Berpikir Lebih Baik dan Kritis

Berdasarkan penelitian yang dikutip Medical Express, orang-orang dengan suasana hati yang buruk justru lebih baik dalam fokus, manajemen waktu, dan memprioritaskan tugas.

Namun penelitian tersebut menggarisbawahi bahwa hal ini hanya terjadi di sebagian orang yang memang lebih sensitif terhadap emosi negatif.

Sebaliknya, jika seseorang tersebut orang yang tak kerap bersedih, sebuah kesedihan akan memperburuk kemampuan berpikir kritisnya.

Motivasi yang Lebih Tinggi

Sebuah penelitian yang dikutip oleh Science of People, menyebut bahwa kesedihan adalah alat motivasi yang cukup efektif.

Hal ini dikarenakan orang yang sedih lebih terdorong untuk keluar dari situasi mereka, dan punya kemauan tinggi untuk berubah jadi lebih baik daripada orang lain.

Penelitian ini juga menyebut bahwa orang yang bahagia cenderung merasa nyaman dan kurang memiliki kecenderungan untuk mengubah hidupnya dan termotivasi – PT SOLID GOLD BERJANGKA