Sebab Emas Anjlok Terendah Dalam 4 Bulan – PT Solid Gold

PT SOLID GOLD PALEMBANG – Harga emas turun hampir 2 persen ke level terendah dalam empat bulan pada penutupan perdagangan Senin Selasa pagi waktu Jakarta.

Penekan harga emas ini karena data aktivitas bisnis AS semakin membaik dan optimisme kemajuan penelitian vaksin Covid-19.

Kedua sentimen tersebut mendorong harapan akan pemulihan ekonomi yang lebih cepat dan mendorong investor beralih menuju aset-aset berisiko.

Ditutup Merosot

Selasa  harga emas di pasar spot ditutup merosot 1,7 persen menjadi USD 1.838,61 per ounce setelah jatuh ke level terendah sejak 21 Juli di USD 1.834,95 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS merosot 2 persen menjadi USD 1.835,50 per ounce.

Bursa saham melonjak setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS pada November meningkat pada level tercepat dalam lebih dari lima tahun. Angka ini menunjukkan pemulihan dari kerusakan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Harga emas menembus di bawah level kunci USD 1.850 per ounce setelah rilis PMI AS yang luar biasa kuat bisamengurangi kebutuhan akan stimulus,” kata analis senior OANDA Edward Moya.

Membaiknya data tersebut muncul setelah AstraZeneca dari Inggris mengatakan vaksin Covid-19 yang tengahditeliti bisa efektif sekitar 90 persen tanpa efek samping yang serius.

Kedua sentimen ini merusak harga emas termasuk juga emas batangan. Nilai tukar dolar AS naik terhadapsaingannya, sementara patokan imbal hasil surat utang 10 tahun juga melonjak.

Emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Harga emas telah naik lebih dari 21 persen di tahun ini, terutama diuntungkan dari kerusakan ekonomi akibat pandemi Covid-19 dan langkah langkah stimulus.

Menurut Analisis

Meskipun tertekan kami tetap memperkirakan harga emas akan bertahan ketika ekonomi global mulai menunjukkan pemulihan yang berkelanjutan kata analis StoneX Rhona O’Connell dalam sebuah catatan.

Sebelumya, harga emas tampaknya akan terombang-ambing antara menguat dan melemah pada pekan ini. Berdasarkan Kitco News Weekly Gold Survey, bakal ada tarik-menarik antara bullish dan bearish.

Meskipun sebagian besar atau mayoritas analis di Wall Street dan investor ritel memperkirakan harga emas bakal menguat, tetapi tak banyak sentimen yang mendukung bullish tersebut.

Berdasarkan level teknikal, harga emas akan bergerak di resistensi USD 1.900 per ounce dan dukungan pada USD 1.850 per ounce.

Pada pekan lalu, harga emas tidak mampu menguat dan bergerak mendatar. Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.872,95 per ounce pada perdagangan Jumta, tetapi turun 0,8 persen untuk sepanjang pekan.

Saya pikir harga emas terjebak dalam kisaran ini, dan akan tetap di sini sampai ada beberapa informasi baru atau sentimen baru kata Presiden Phoenix Futures and Options Kevin Grady.

Agar harga emas bisa menembus di atas USD 1.900 per ounce, kita perlu melihat beberapa berita tentang langkah-langkah stimulus baru, tapi sepertinya itu bukan prioritas saat ini tambah dia.

Survei

Pada pekan ini, 17 analis berpartisipasi dalam survei. Sebanyak delapan analis atau 47 persen menyerukan harga emas naik.

Sementara itu, lima analis atau 29 persen menyerukan harga emas turun dan empat analis atau 24 persen netral.

Sementara itu, total 1.539 pelaku pasar ikut dalam jajak pendapat online. Di antara mereka, 642 pemilih atau 42 persen mengatakan harga emas akan bullish pada minggu ini.

Lalu 594 pelaku pasar atau 39 persen mengatakan bearish. Sementara 303 pemilih atau 20 persen menyatakan harga emas akan mendatar – PT SOLID GOLD

Leave a Reply

Your email address will not be published.