SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Perdagangan transaksi nilai tukar rupiah terhadap USD, hari ini bergantung pada keputusan referendum keluar atau tidaknya Inggris dari keanggotaan UE. Seirama dengan euro dan poundsterling, namun pergerakan rupiah berhasil kembali menguat.

Namun, menurut Analis NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, menguatnya rupiah dapat kembali pupus, jika kemenangan didapat oleh Brexit dan keluarnya Inggris dari UE. Sebab, para pelaku pasar akan kembali menyerbu dolar.

Menurutnya, para pelaku pasar masih berhati-hati dalam mengambil keputusan, atau melakukan akumulasi terlebih dahulu, meski sejauh ini ada ekspektasi pasar masih tertuju pada Remain yang tergambarkan pada penguatan mata uang pound dan euro.

Reza mengungkapkan, voting, atau jajak pendapat referendum Inggris pun mulai membuat nilai tukar pound terhadap USD kembali menguat di posisi tertingginya pada tahun ini di level US$1,4844. Pound telah menguat tiga persen terhadap dolar.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, referendum Inggris sepertinya membuat nilai tukar rupiah menguat. Bisa dilihat pada 22 Juni 2016 rupiah diperdagangkan sebesar Rp13.298 per USD, lalu mengalami penguatan sebesar Rp13.265 per USD pada 23 Juni 2016.

Diperkirakan, rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang batas bawah pada di level Rp13.253 per USD, dan resistance di level Rp13.200 per USD – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : bisnis.news.viva.co.id