AS dan China Bersitegang Emas Cetak Rekor – PT Solid Gold

PT SOLID GOLD PALEMBANG – Harga emas menyentuh rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas adalah kekhawatiran akan pandemi Corona serta ketegangan AS-China.

Mengutip CNBC, Selasa harga emas di pasar spot naik 1,9 persen me level USD 1.938,11 per ounce, setelah perdagangan sebelumnya melonjak ke USD 1.943,92 per ounce. Level tersebut melampaui rekor harga tertinggi yang ditetapkan sebelumnya pada September 2011.

Harga Emas

Sedangkan untuk harga emas berjangka ditutup naik 1,9 persen menjadi USD 1.931,00 per ounce.

Kepala analis UBS Mark Haefele menjelaskan, ada tiga sentimen yang mendorong kenaikan harga emas sehingga mencetak rekor tertinggi.

Sentimen pertama yang mendorong harga emas adalah adanya ketegangan geopolitik antara AS dengan China. Memang, AS-China saling berbalas kebijakan pada pekan kemarin.

Penutupan Konsulat

Tiongkok memerintahkan AS untuk menutup konsulatnya yang berbasis di Chengdu. Langkah tu sebagai balasan karena AS menutup konsulat China yang berbasis di Houston.

Sementara sentimen kedua yang menjadi pendorong harga emas adalah korelasi negatif antara suku bunga riil dan dolar AS. Dalam sebuah catatan yang beredar, analis Commonwealth Bank of Australia Vivek Dhar mengatakan penurunan yield riil 10-tahun AS telah menjadi pendorong paling penting kenaikan harga emas.

Selain itu, harga emas juga naik karena pasokan terbatas karena produsen terus menahan belanja modal, kata dia.

Lonjakan Harga

Sebelumnya, para analis menyebutkan sulit untuk menghentikan lonjakan harga emas mendekati USD 2000 per ounce.

Hal ini disebabkan ketegangan yang berlanjut antara AS dan China, dolar AS yang melemah, penurunan imbal hasil, stimulus fiskal tambahan, serta masih naiknya kasus COVID-19. Semuanya merupakan pendorong signifikan di balik melonjaknya harga emas pekan lalu – PT SOLID GOLD

Sumber : Liputan 6