PT SOLID GOLD BERJANGKA  –  Topix Melemah Mengikuti Minyak Mentah

PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG   –   Selasa (23/08) pergerakan bursa saham Jepang terpantau melemah, sejalan dengan penurunan saham para produsen komoditas setelah minyak mentah merosot diikuti penguatan kinerja yen Jepang. Indeks Topix dibuka melemah 0,30% atau senilai dengan 3,96 poin ke level 1.299,72 dan bergerak turun 0,23% atau senilai dengan 2,98 poin ke 1.300,70.

Pada saat yang sama, indeks Nikkei 225 yang turun 0,19% atau senilai dengan 32,02 poin ke level 16.566,17 setelah dibuka melemah 0,29% atau senilai dengan 48,37 poin di level 16.549,82. Ada sebanyak 76 saham menguat, 146 saham yang melemah, dan 3 saham mengalami stagnan total dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham TDK Corp. terbalik 2,83%, sementara saham Nitto Denko Corp. dan Honda Motor Co. Ltd. masing – masing terpantau melemah 2,12% dan 2,08%. Untuk nilai tukar yen terpantau menguat 0,12% atau senilai dengan 0,12 poin ke 100,21 per USD. Menguatnya yen diketahui dapat menekan pergerakan eksportir. Seperti dilansir dari data Bloomberg, saham perusahaan tambang, termasuk Inpex Corp. dan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corp. yang turun. Minyak membukukan pelemahan terbesar dalam 3 pekan kemarin di tengah kekhawatiran ekspor Irak akan melipatgandakan suplai minyak mentah global.

Kemarin Indeks Topix ditutup menguat 0,62% atau senilai dengan 8,01 poin ke level 1.303,68. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Stock Average ditutup menguat 0,32% atau senilai dengan 52,37 poin ke 16.598,19. Pada sesi penutupan nilai tukar yen melemah 0,53% atau senilai dengan 0,53 poin ke 100,75 per USD. Seperti yang dikutip dari Bloomberg, wakil gubernur The Fed Stanley Fischer mengatakan bahwa kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini masih dalam pertimbangan. Sementara itu, Gubernur BoJ Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuat wawancara yang diterbitkan harian Sankei masih ada kesempatan bank sentral untuk menambah pelonggaran moneter dalam pertemuan kebijakan bulan September. Shoji Hirakawa, kepala analis pasar global di Tokai Tokyo Research Center mengatakan kepada Bloomberg “Yen melemah terhadap USD karena suku bunga berbeda dengan AS, di mana pasar menyikapinya sebagai hal yang positif.”   –   SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : vibiznews.com