PT SOLID GOLD BERJANGKA   –   Indeks Topix Terbalik Dari Kemarin

PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG    –    Selasa (06/09) bursa saham Jepang terpantau menguat, di tengah pelemahan kinerja yen Jepang yang mendorong prospek eksportir serta spekulasi kemungkinan pemberian stimulus oleh The Fed. Indeks Topix dibuka naik tipis 0,08% atau setara dengan 1,02 poin ke level 1.344,87 dan menguat 0,37% atau setara dengan 4,94 poin ke 1.348,79.

Indeks Nikkei 225 berbalik menguat hingga 0,28% atau setara dengan 47,11 poin ke level 17.084,74 setelah dibuka turun tipis 0,02% atau setara dengan 2,60 poin di level 17.035,03. Ada sebanyak 146 saham menguat, 65 saham yang melemah, dan 14 saham mengalami stagnan total dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham KDDI Corp. menanjak 0,93%, sementara saham Kyowa Hakko Kirin Co. Ltd. melaju 4,63%, saham Fast Retailing Co. Ltd. naik 0,19%, dan saham Konami Holdings Corp. menguat 1,80. Nilai tukar yen melemah 0,18% atau setara dengan 0,19 poin ke 103,62 per USD meski sempat dibuka menguat tipis di posisi 103,42. Seperti dilansir Bloomberg hari ini, komentar Gubernur Haruhiko Kuroda Bank of Japan meninggalkan interpretasi terhadap arah kebijakan moneter bank sentral Jepang tersebut selanjutnya.

Dalam pidatonya kemarin, Kuroda menolak mengesampingkan inisiatif baru untuk memicu inflasi seiring upaya bank sentral tersebut melakukan peninjauan komprehensif kebijakan dan efektivitasnya. Di sisi lain dia juga menahan diri untuk menjelaskan pilihan lainnya yang mungkin akan dipertimbangkan selain tiga kebijakan yang saat ini diterapkan.

1 hari sebelumnya Indeks Topix ditutup menguat 0,23% atau setara dengan 3,09 poin ke level 1.343,85, sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,66% atau setara dengan 111,95 poin ke level 17.037,63. Sementara itu, nilai tukar yen terpantau menguat 0,45 poin atau setara dengan 0,43% ke posisi 103,47 yen per USD. Indeks Topix sebelumnya menguat hinga 1,2%, namun penguatan sedikit berkurang setelah pernyataan Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda yang menolak untuk mengesampingkan inisiatif baru untuk memico inflasi sehingga membuat yen menguat.

Seperti dilansir Bloomberg, Kuroda menekankan bahwa peninjauan yang akan dilakukan pada rapat kebijakan BOJ tanggal 20 – 21 September  tidak akan menghasilkan pengurangan pada stimulus moneter, seperti yang disebut oleh beberapa pelaku pasar.

Data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari perkiraan dipandang sebagai tekanan terhadap penentu kebijakan moneter Jepang untuk menjaga yen yang lebih rendah dengan meningkatkan stimulus moneter menyusul ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed pada bulan September telah menurun  kembali   –   SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : market.bisnis.com