PT SOLID GOLD BERJANGKA – Indeks Emas Meredup, Setelah Dollar Mendekati Harga Tertingginya 93,895

PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Kontrak emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir meredup, setelah patokan utama dolar diperdagangkan mendekati level tertinggi. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 5,2 dolar atau 0,41%, menjadi menetap di 1.277,70 dolar per ounce.

Indeks dolar mendekati level tertinggi hari ini di 93,895. Emas dan dolar biasanya bergerak saling berlawanan, sehingga penguatan dolar memperlemah daya tarik investor yang menggunakan mata uang lainnya terhadap emas. Namun, pasar keuangan juga semakin khawatir tentang prospek mendapatkan perubahan kebijakan perpajakan AS pada akhir tahun, menyuntikkan beberapa ketidakpastian ke dalam perdagangan saham, menguntungkan emas, yang oleh para investor dicari sebagai konter untuk menghindari risiko.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 10,2 sen atau 0,6%, menjadi ditutup pada 16,971 dolar per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berikutnya, naik 5,8 dolar atau 0,63%, menjadi menetap di 933,1 dolar per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka berakhir lebih tinggi, karena dolar yang melemah membantu mengangkat logam mulia dari level terendah satu minggu.

Di logam mulia lainnya, perak turun 0,4% pada $ 16,95 per ons, platinum naik 0,2% pada $ 927,74 per ons dan paladium turun 0,4% pada $ 981,75 per ons setelah menyentuh level terendah 2 minggu di $ 973,40. Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas selanjutnya berpotensi naik jika pelemahan bursa AS dan melemahnya minyak mentah menekan bursa global. Harga diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,279-$ 1,281, dan jika harga turun akan bergerak dalam kisaran Support $ 1,275-$ 1,273. – PT SOLID GOLD BERJANGKA