PT SOLID GOLD BERJANGKA    –     Indeks MSCI Masih Nyaman Melemah

PT SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG     –    Rabu (14/09) pergerakan bursa saham Asia dilaporkan melemah selama 5 hari , di tengah adanya prospek bank sentral global yang menjadi kurang akomodatif sehingga membingungkan para investor. Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6% ke 136,36. Pergerakannya kemudian lanjut melemah 0,6%.

Seperti dilansir dari data Bloomberg, volatilitas telah kembali menggoyang pasar. Pergerakan saham melemah bersama dengan obligasi dan logam mulia pada perdagangan kemarin di tengah kekhawatiran bahwa The Fed sedang mempertimbangkan kembali pendekatan mereka terhadap stimulus moneter. Hal itu menyebabkan para investor meningkatkan kepemilikan uang tunai, menurut Bank of America Corp. Para pengelola dana (fund managers) meningkatkan kepemilikan uang tunai rata-rata mereka mendekati level tertinggi sejak tahun 2001.

“Para investor melihat kenyataan bahwa valuasi menjadi tinggi dan penerapan tingkat suku bunga di level terendahnya tidak akan bertahan lama,” ujar Mark Lister, Kepala riset aset pribadi di Craigs Investment Partners.

Menurutnya, ada banyak hal berisiko yang akan terjadi termasuk di dalamnya pemilihan presiden AS, pertemuan bank sentral, serta harga minyak yang masih terlihat goyang. Pasar sangat bergantung pada dukungan bank dan ini menjadi peringatan bahwa dukungan tersebut tidak selalu didapat.

Untuk indeks Topix Jepang turun 0,5%, sementara indeks S&P/NZX 50 New Zealand melemah untuk sesi ke 5 berturut-turut dan indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit mengalami perubahan. Kemarin Indeks MSCI Asia Pacific menguat 0,5% ke posisi 138,37, menutup beberapa kerugian terbesar.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,32% ke level 18.325,07, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 terbalik1,47% ke posisi 2.159,04. Seperti dilansir dari data Bloomberg, Dewan Gubernur The Fed Lael Brainard menyerukan kehati-hatian menjelang pengetatan kebijakan moneter dalam pidatonya kemarin.

Pidato Brainard ini telah diawasi ketat karena merupakan yang terakhir dijadwalkan sebelum pertemuan bank sentral pada 20-21 September mendatang. Indeks Topix Jepang menguat 0,49% persen bahkan setelah yen menguat, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 0,8% dan indeks S&P/ZX 50 Selandia Baru menguat 0,5%. Indeks Kospi Korsel bergerak menguat 0,9%     –       SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : market.bisnis.com