SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Poundsterling Inggris jatuh ke level terendah terhadap USD pada akhir perdagangan hari Senin di AS tertekan kekuatiran pasca Inggris keluar dari UE, demikian juga mata uang euro ikut tenggelam.

Sterling mencapai $ 1,3151, level terendah sejak pertengahan tahun 1985 dan jatuh 11,5 persen dari level penutupan mata uang itu pada 23 Juni, hari referendum berlangsung. Analis memperkirakan merosotnya sterling berlanjut karena para pedagang akan kekuatiran Brexit yang bisa mempengaruhi perekonomian Eropa.

Sterling terakhir turun 3,6 persen pada $ 1,3183, namun gagal untuk pulih meskipun ada jaminan dari menteri keuangan Inggris George Osborne.

Euro juga tetap melemah, bertahan turun 0,9 persen pada $ 1,1013 setelah mencapai sesi rendah pada $ 1,0971. Posisi sesi rendah tetap sedikit di atas Jumat rendah $ 1,0909.

Sebuah langkah besar baru untuk pemisahan diri Skotlandia, dan respon dari UE dan kemampuannya untuk menghadapi pihak anti-UE di seluruh benua, sebagian dikombinasikan untuk membuat masalah lebih buruk untuk sterling.

Para analis mengatakan sterling memiliki ruang lebih lanjut untuk jatuh karena pasar tak mau bertindak dalam menanggapi suara referendum dan berada di posisi menunggu menjelang reaksi dari para pembuat kebijakan Eropa.

Menurut Analyst Vibiz Research Center memperkirakan poundsterling dan euro terus berada dalam tekanan selama tidak ada kepastian pasca Brexit, dan pasar masih menantikan tindakan lebih lanjut dari pemerintahan Inggris dan UE untuk menyelesaikan permasalahan Brexit – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : vibiznews.com