SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Suka dengan Menulis ? Menulis sebuah paragraf dengan yang baik memang menyenangkan, tapi bisa menjadi suatu tantangan. Jika dalam suatu karangan ada banyak paragraf tapi memakai gaya penulisan yang biasa – biasa saja, maka sang pembaca akan cenderung merasa bosan. Untuk itu, variasi dalam menulis sebuah paragraf sangat dibutuhkan untuk membuat karanganmu lebih menarik.

Tentu kita sudah mengenal istilah paragraf induktif. Dalam paragraf ini, proses penalaran yang digunakan berlawanan dari peristiwa-peristiwa yang bersifat khusus ke pernyataan umum. Berikut ini adalah berbagai macam jenis pola penalaran dalam paragraf induktif.

1. Generalisasi
Paragraf ini berawal dari sejumlah fakta atau gejala khusus lalu ditarik kesimpulan umum dari sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu. Kalau ingin melakukan pengembangan karangan, jenis karangan ini perlu ditunjang dengan buktik – bukti, seperti data statistik, bukti.

2. Analogi
Paragraf yang menggunakan proses penalaran yang berdasarkan pada pembagian terhadap sejumlah gejala khusus yang memiliki kesamaan, lalu ditarik kesimpulan.

3. Sebab-Akibat
Paragraf ini menggunakan proses penalaran yang dimulai dengan mengemukakan fakta. Seperti berupa sebab lalu sampai pada kesimpulan yang merupakan akibat.

Itulah 3 proses penalaran yang bisa digunakan untuk membuat sebuah paragraf induksi. Paragraf induksi yang baik akan sangat mudah diikuti proses penalarannya. Logikanya yang digunakan jelas dan tidak berliku – liku.

Dengan memahami berbagai macam variasi untuk menulis paragraf induktif, maka karanganmu akan lebih berwarna. Pembaca pun tak akan mudah bosan mengikuti gaya tulisanmu yang menarik – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : merdeka.com