Market Outlook Minggu Ini 24-29 December 2018 – Solid Gold

SOLID GOLD PALEMBANG – Minggu lalu pasar modal di Indonesia bergerak fluktuatif dan berakhir menguat, sementara bursa Asia umumnya melemah terpengaruh aksi jual di bursa Wall Street dan global.

Secara mingguan IHSG ditutup melemah tipis 0.10% ke level 6,163.596. Untuk minggu berikutnya (24-29 Desember) IHSG ada libur bersama Natal,

lalu kemungkinan masih berpeluang menguat menuju akhir tahun, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan.

Secara mingguan, IHSG berada antara resistance level di 6220 dan kemudian 6360, sedangkan support level di posisi 6069 dan kemudian 5990.

Mata uang rupiah secara mingguan bergerak melemah terbatas ke level Rp14,550, sementara dollar di pasar global cenderung tertekan situasi ekonomi di AS dan global.

Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan berada dalam range antara resistance di level 14,650 dan 14,930, sementara support di level Rp14,330 dan 14,205.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melompat di tengah melemahnya dollar dan tekanan jual di bursa saham global, sehingga harga emas spot melejit ke level $1255.39 per troy ons.

Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistance di $1266 dan berikut $1272, serta support pada $1232 dan $1211.

Melewati tahun yang penuh gejolak pasar, akhirnya kita bersama sekarang memasuki sebagian minggu terakhir tahun 2018. Banyak pelajaran dapat diambil untuk kepentingan strategi investasi melewati fluktuasi pasar ini.

Namun, tidak banyak investor punya waktu lebih untuk pelajari pasar secara detail karena kesibukan kerja dan yang lainnya.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional asia umumnya melemah oleh keputusan Bank of Japan yang tetap mempertahankan suku bunganya serta imbas dari amblasnya bursa Wall Street.

Indeks Nikkei secara mingguan terpantau melemah tajam ke level 20165. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 21870 dan 22695, sementara support pada level 19435 dan lalu 19255.

Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 25668. Minggu ini akan berada antara level resistance di 26585 dan 27270, sementara support di 25010 dan 24525.

Bursa saham Wall Street minggu lalu terpantau melemah tajam, dimana Dow Jones membukukkan loss mingguan terburuknya sejak krisis 2008,

terpukul oleh kenaikan bunga the Fed dan ancaman tutupnya administrasi pemerintahan.

Indeks Dow Jones secara mingguan melemah signifikan ke level 22448.92, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 24045 dan 24823, sementara  support di level 22218 dan 21710.

Index S&P 500 minggu lalu amblas ke level 2417,50, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 2600 dan 2669, sementara support pada level 2354 dan 2322.

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar melemah, karena ancaman kemungkinan shutdown administrasi pemerintah AS dan pelemahan ekonomi global,

dimana indeks dolar AS secara mingguan melemah ke 96.94. Sementara itu, pekan lalu Euro terhadap dollar terpantau menguat tipis ke 1.1368.

Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1485 dan kemudian 1.1499, sementara support pada 1.1214 dan 1.1118.

Sumber : Vibiznews