Kesalahan Penanganan Saat Bayi Demam – Solid Berjangka

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Ketika buah hati demam, orang tua pasti bakal kelabakan dalam menanganinya. Hal ini terutama dialami oleh orangtua baru.

Orangtua bakal melakukan segala cara untuk meredakan demam yang dialami oleh bayi. Tujuan mereka hanya satu, supaya sang buah hati bisa langsung kembali dingin.

Sayangnya, dalam menurunkan demam ini, sering orangtua melakukan penanganan yang keliru. Hal ini tak jarang malah membuat demam yang dialami buah hati tak kunjung reda.

Sejumlah hal yang dianggap ampuh juga ternyata bisa membuat demam bayi tak kunjung reda. Dilansir dari Young Parents, berikut sejumlah kesalahan yang biasa dilakukan oleh orangtua ketika si kecil demam.

Langsung Beri Obat

Banyak orangtua langsung memberi anak mereka obat penurun demam pada saat demam belum parah.

Demam ringan antara 37,6 hingga 37,9 derajat Celcius sebenarnya merupakan cara tubuh untuk melawan infeksi.

Ketika demam bayi di bawah 38 derajat Celcius, disarankan mengompres dengan air temperatur ruangan. Walau begitu, ketika berat badan terus meningkat, disarankan untuk memberi paracetamol lalu ibuprofen.

Slimuti Bayi

Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa menyelimuti bayi agar berkeringat dan menurunkan demam merupakan sebuah hal tak terbukti.

Sebaliknya, hal ini justru bisa membuat demam memburuk serta temperatur tubuh semakin meningkat.

Dibanding menggunakan selimut tebal, disarankan untuk melepas piyama dan sweater.

Kemudian buka jendela dan nyalakan kipas angin atau AC. Pastikan juga untuk minum cukup air agarterhindar dari dehidrasi.

Mandi Air Dingin

Memandikan bayi dengan air dingin merupakan hal yang tak disarankan untuk dilakukan ketika demam.

Temperatur tubuh yang turun secara mendadak bisa menyebabkan masalah dan tubuh semakin panas.

Sebagi gantinya, kamu bisa mengompres bayi dengan air di suhu ruangan. Kamu juga bisa menyeka tubuh bayi terutama area sekitar ketiak dan selangkang untuk menurunkan berat badan.

Pastikan untuk mengawasi temperatur tubuh bayi setiap tiga hingga empat jam. Ketika gejala yang mereka alami semakin memburuk, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter anak – SOLID BERJANGKA