PT Solid Gold | Ini Sebab Emas Menguat Kembali Setelah Stimulus

PT SOLID GOLD PALEMBANG – Harga emas naik pada penutupan perdagangan Senin atau Selasa pagi waktu Jakarta Pendorong kenaikan harga emas adalah penurunan imbal hasil obligasi AS dari rekor tertinggi.

Saat ini, inevstor lebih memilih untuk menunggu dan melihat hasil dari pertemuan Bank Sentral AS atau the Federal Reserve.

Harga emas di pasar spot naik 0,2 persen menjadi USD 1.729,94 per ounce pada ukul 1.47 siang EDT. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,5 persen menjadi USD 1.729,20 per ounce.

Imbal hasil obligasi AS pada perdagangan Senin pagi turun, hal ini dianggap sebagai peluang bagi sebagian investor untuk melakukan aksi beli di emas jelas Direktur Perdagangan Logam Mulia High Ridge Futures David Meger.

Meger melanjutkan, perdebatan yang ada saat ini apakah apakah kenaikan imbal hasil yang didorong oleh optimisme pemulihan ekonomi akan terus menekan harga emas.

Atau jika pertumbuhan terhenti atau inflasi meningkat akan mendukung harga emas.

Imbal hasil obligasi AS turun dari puncak tertinggi dalam satu tahun pada perdagangan Senin. Hal ini memulihkan daya tarik instrumen investasi tanpa bunga seperti emas.

Investor menunggu pertemuan the Fed yang berlangsung selama dua hari.

Pertemuan tersebut dimulai pada hari Selasa waktu setempat dengan fokus pada lonjakan imbal hasil obligasi AS kekhawatiran kenaikan inflasi dan prospek ekonomi.

Sinyal dari the Fed akan memberikan gambaran kepada investor mengenai gerak harga emas ke depannya.

Perkiraan Sebelumnya

Sebelumnya harga emas diperkirakan akan menguat secara jangka pandek pada pekan ini. Hal tersebut terimbas dari ditandatanganinya paket stimulus USD 1,9 triliun setara Rp 27.196 triliun.

Namun, beberapa analis memperkirakan bahwa stimulus tersebut justru akan mendorong kenaikan pasar saham sehingga menekan harga emas.

Untuk diketahui, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akhirnya menandatangani bantuan atau stimulus ekonomi senilai USD 1,9 triliun setara Rp 27.196 triliun menjadi undang-undang. Bantuan ini merupakan salah satu yang terbesar dalam
sejarah Amerika.

Pada pekan ini, 16 analis berpartisipasi dalam survei yang diselenggarakan oleh Kitco Sebanyak 6 pemilih atau 38 persen menyerukan harga emas naik.

Sementara itu, pemilih netral lima analis atau 31 persen. Sedangkan mereka yang melihat harga emas akan lebih rendah juga lima analis atau 31 persen.

Sedangkan pelaku pasar yang ikut dalam survei Kitco mencapai 1.611 suara.

Di antara mereka 1.003, atau 62 persen mengatakan harga emas akan naik. Sedangkan 364 pelaku pasar atau 23 persen mengatakan harga emas tertekan.

Selain itu, 244 pemilih atau 15 persen memilih harga emas akan bergerak stabil atau netral pada pekan ini – PT SOLID GOLD 

Leave a Reply

Your email address will not be published.