SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – IHSG pada awal perdagangan Kamis (23/06) dibuka naik tipis 1,32 poin atau 0,03 persen pada 4898,17. Pergerakan flat IHSG didorong oleh penguatan Rupiah, namun masih dibayangi pelemahan Wall Street dan kehati-hatian investor dalam mencermati perkembangan Referendum Inggris.

Sedangkan Rupiah terpantau menguat terhadap USD. Pasangan mata uang USD dan IDR melemah 0,11 persen pada 13,269.

Bursa Saham AS ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan hari Rabu karena terganjal penurunan harga minyak mentah yang menekan saham energi, sementara investor berhati-hati menjelang referendum 23 Juni untuk menentukan apakah Inggris tetap dalam keanggotaan Uni Eropa.

Indeks Dow Jones ditutup turun 0,27 persen, di 17,780.83, dengan penurunan tertinggi pada saham McDonald. Indeks S & P 500 ditutup turun 0,17 persen, pada 2,085.45, dengan sektor energi memimpin tujuh sektor lebih rendah. Indeks Nasdaq ditutup turun 10,44 poin, atau 0,22 persen, pada 4,833.32.

Sebuah jajak pendapat yang dipublikasikan pada hari Rabu menunjukkan data statistik, dengan kubu Brexit pada 45 persen, hanya unggul satu poin dari kubu Bremain, dengan 9 persen. Oddsmakers, bagaimanapun, melihat keuntungan yang jelas untuk sisi Bremain.

Investor juga terus mengawasi hari kedua testimoni Ketua Federal Reserve As Janet Yellen kepada Kongres.

Kemarin IHSG tertekan oleh 6 sektor yang berada di zona negatif dengan pelemahan tertinggi sektor Aneka Industri yang turun -0,31 persen. Untuk saat ini terjadi transaksi perdagangan sebanyak lebih 418 juta saham dengan nilai mencapai lebih dari 294 miliar, dengan frekuensi perdagangan sebanyak lebih 16.800 kali – SOLIDGOLD BERJANGKA

sumber : vibiznews.com