Harga Melambung Investor Buru Emas – Solid Gold Berjangka

SOLID GOLD BERJANGKA PALEMBANG – Logam mulia semakin bersinar di tengah prospek stimulus lebih lanjut di seluruh dunia dan kekhawatiran yang tak berkesudahan soal pandemi.

Harga emas berjangka melonjak ke level tertinggi hampir sembilan tahun dan perak menyentuh level tertingginya sejak 2014 Setelah Hong Kong melaporkan kasus-kasus baru corona dan lonjakan di australia.

Kondisi tersebut serta merta mendorong investor memburu aset safe haven sentimen untuk pasar logam mulia juga didorong tercapainya kesepakatan paket stimulus bersejarah di Eropa.

Stimulus

Para pemimpin negara Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan terkait stimulus penanganan Corona setelah melakukan negosiasi panjang di Brussels sejak Jumat.

Dari nominal 750 miliar euro yang akan dikucurkan UE, sebanyak 390 miliar euro di antaranya bakal berwujud dana hibah Sedangkan sisanya disalurkan dalam bentuk pinjaman jangka panjang.

Paket stimulus ini ditujukan untuk menarik ekonomi mereka keluar dari resesi terburuk serta dan memperketat obligasi keuangan yang menyatukan 27 negara mereka.

Kekhawatiran Pasokan

Perak yang digunakan dalam produk-produk manufaktur mulai dari panel surya hingga barang elektronik mendapat tambahan dorongan dari kekhawatiran soal pasokan dan pertaruhan mengenai lonjakan permintaan industri.

Harga Emas

Harga emas untuk pengiriman Agustus di bursa Comex naik 1,5 persen menjadi US$1.843,90 per troy ounce pada perdagangan Selasa pukul 1.30 siang waktu New York, Harga penutupan tertinggi untuk kontrak paling aktif sejak September 2011.

Kontrak berjangka emas kini terpaut US$100 di bawah level tertinggi sepanjang masa US$1.923,70 yang dicatatkan pada 2011.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman September melonjak 6,8 persen menjadi US$21,557, tertinggi sejak Maret 2014. Logam mulia lainnya juga naik pada Selasa.

Dengan kontrak berjangka paladium naik 3,7 persen di New York Mercantile Exchange dan platinum melonjak 7,1 persen, kenaikan terbesar sejak April.

Baik emas maupun perak mencatat kinerja terbaik dalam Indeks Komoditas Bloomberg tahun ini. Suku bunga rendah di tengah pelonggaran kebijakan moneter juga telah mendukung daya tarik aset tanpa bunga.

Disudut lain tingginya permintaan telah menggiring kepemilikan dalam exchange traded funds berbasis logam mulia tersebut ke level tertinggi sepanjang masa –¬†SOLID GOLD BERJANGKA