Harga Emas Jatuh 1 Persen Karena Dolar Menguat

SOLID BERJANGKA PALEMBANG – Harga emas tergelincir 1 persen pada Kamis Jumat waktu Jakarta karena dolar  Amerika Serikat (AS) menguat dan adanya kemajuan dalam pengembangan vaksin Covid-19 yang mendorong harapan pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Pada Hari Jumat harga emas di pasar spot turun 0,8 menjadi USD 1.856,58 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 9 November di USD 1.851,83. Sedangkan harga emas berjangka AS tergelincir 0,9 persen menjadi USD 1.856,80.

Pendiri Circle Squared Alternative Investments Jeffrey Sica mengatakan, dolar yang lebih kuat dan ketidakpastian atas stimulus ekonomi lebih lanjut membebani harga emas.

Meskipun ada antisipasi untuk lebih banyak stimulus beberapa orang memilih untuk mengambil untung sampai ada lebih banyak kejelasan jelas dia.

Nilai tukar dolar AS menguat 0,4 persen terhadap mata uang utama lain karena kasus virus corona melonjak secara global.

Harga emas cenderung mendapatkan keuntungan dari stimulus ekonomi karena dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang yang mungkin dipicunya.

Optimisme atas kemajuan vaksin Covid-19 telah mengurangi daya tarik terhadap emas.

Vaksin menghilangkan beberapa ketidakpastian jangka panjang terkait dengan virus. Jadi meskipun ada kekhawatiran tentang implikasi jangka pendek dari lonjakan tersebut.

Dalam jangka panjang, orang-orang jauh lebih optimis, yang mungkin mengapa kami melihat sedikit penurunan dalam harga emas,” kata Sica.

Kenaikan tak terduga dalam klaim pengangguran AS baru juga tidak membantu harga emas.

Kami mengalami benturan ketakutan ini atas kondisi Covid-19 saat ini, dan kemudian kami memiliki harapan vaksin datang dalam beberapa bulan jadi itu seperti menarik pasar bolak-balik ungkap Analis Senior Kitco Metals Jim Kata
Wyckoff.

Pedagang emas sekarang fokus pada beberapa bulan ke depan dengan musim dingin yang gelap di tengah pandemi yang dapat memengaruhi permintaan konsumen untuk emas tuturnya.

Selain harga emas harga Perak turun 2,1 persen menjadi USD 23,80 per ounce.

Harga Platinum tidak berubah pada level USD 942,62, sementara paladium turun 1 persen menjadi USD 2.306,30 – SOLID BERJANGKA